Ketika Kanal Sinrijala Memanggil: Gotong Royong Menjaga Nadi Kota Makassar

Keterangan Gambar:

Petugas BBWS Pompengan Jeneberang bersama Pemerintah Kota Makassar dan BPBD Kota Makassar melakukan kerja bakti membersihkan sampah di Saluran Kanal Sinrijala, Kamis (4/6/2026). Kegiatan ini bertujuan menjaga kelancaran aliran air, mengurangi potensi genangan dan banjir, serta mendukung terciptanya lingkungan perkotaan yang bersih dan sehat. (Foto: Dokumentasi BBWS Pompengan-Jeneberang)

Oleh: Alimuddin

Nuansa tulisan ini penulis terinspirasi dari postingan akun Facebook BBWS Pompengan Jeneberang pada Kamis, 4 Juni 2026.

Pagi itu, sinar matahari menyelinap di antara rindangnya pepohonan yang menaungi Kanal Sinrijala, Kota Makassar. Di balik riak air yang mengalir perlahan, tersimpan persoalan yang selama ini kerap menjadi ancaman bagi warga perkotaan: tumpukan sampah yang menghambat aliran air dan berpotensi memicu genangan hingga banjir.

Namun Kamis, 4 Juni 2026, suasana di kanal tersebut berbeda. Puluhan petugas turun langsung ke lapangan. Mereka tidak sekadar bekerja membersihkan saluran air, tetapi juga sedang merawat denyut kehidupan kota yang bergantung pada kelancaran fungsi kanal.

Sebanyak 25 orang petugas Sungai dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang bergabung bersama Pemerintah Kota Makassar dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar dalam kegiatan kerja bakti membersihkan Saluran Kanal Sinrijala.

Dengan peralatan sederhana dan semangat kebersamaan yang kuat, mereka mengangkat berbagai jenis sampah yang mengapung maupun mengendap di sepanjang saluran. Sebagian petugas menyisir tepian kanal, sementara yang lain bergerak menggunakan perahu karet untuk menjangkau titik-titik yang sulit diakses dari daratan.

Pemandangan itu menjadi gambaran nyata bahwa menjaga lingkungan bukanlah tugas satu pihak semata. Kanal yang bersih adalah hasil dari kepedulian bersama. Sebab ketika sampah menumpuk dan aliran air tersumbat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh lingkungan, tetapi juga oleh masyarakat yang hidup di sekitarnya.

Kegiatan ini merupakan langkah preventif yang penting dalam mengurangi risiko bencana hidrometeorologi, khususnya genangan dan banjir saat musim hujan tiba. Saluran air yang berfungsi optimal akan membantu mengalirkan limpasan air dengan baik, sehingga potensi luapan dapat diminimalkan.

Lebih dari sekadar aksi bersih-bersih, kerja bakti tersebut mengandung pesan yang lebih dalam. Bahwa membangun kota yang tangguh dimulai dari kesadaran untuk menjaga apa yang telah tersedia. Kanal, sungai, drainase, dan seluruh infrastruktur sumber daya air hanya akan berfungsi maksimal apabila masyarakat dan pemerintah berjalan seiring dalam merawatnya.

Di tengah tantangan urbanisasi dan meningkatnya volume sampah perkotaan, semangat kolaborasi yang ditunjukkan BBWS Pompengan Jeneberang, Pemerintah Kota Makassar, dan BPBD menjadi contoh bahwa persoalan lingkungan dapat diatasi melalui kerja bersama.

Pada akhirnya, kanal yang bersih bukan hanya tentang aliran air yang lancar. Ia adalah simbol kepedulian, tanggung jawab, dan harapan akan masa depan Kota Makassar yang lebih sehat, lebih nyaman, serta lebih tangguh menghadapi berbagai ancaman bencana.

Karena menjaga air berarti menjaga kehidupan. Dan merawat kanal hari ini adalah investasi bagi keselamatan masyarakat di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *