Keterangan Gambar:
Di atas perairan Danau Tempe yang tenang, Kapolsek Tempe Iptu Irwan Taufik, S.H., bersama masyarakat turut menyaksikan dan mengikuti penebaran 80.000 benih ikan emas dalam rangka Pesta Rakyat dan Syukuran Masyarakat Danau Tempe, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan ini menjadi simbol ikhtiar, harapan, dan rasa syukur kepada Allah SWT atas anugerah alam yang terus menghidupi masyarakat Wajo dari generasi ke generasi. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Wajo)
Penulis: Sabri
Di Bawah Langit Danau Tempe, Syukur Mengalir Bersama Harapan
WAJO — Pagi yang teduh menyelimuti tepian Sungai Walannae, Sabtu (13/6/2026). Riak air yang mengalir menuju Danau Tempe seakan membawa doa-doa masyarakat yang sejak lama menggantungkan hidupnya pada kemurahan alam. Di tengah semangat kebersamaan itu, masyarakat berkumpul dalam Pesta Rakyat dan Syukuran Masyarakat Danau Tempe, sebuah perayaan yang bukan sekadar seremoni, melainkan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas rezeki dan kehidupan yang terus mengalir dari danau kebanggaan Kabupaten Wajo.
Di antara para tamu yang hadir tampak Kapolsek Tempe, Iptu Irwan Taufik, S.H., yang bersama unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, DPRD, tokoh masyarakat, dan warga turut menyaksikan momen penuh makna tersebut.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti kegiatan yang dipusatkan di kawasan Sungai Walannae, Kelurahan Salomenraleng, Kecamatan Tempe. Wajah-wajah penuh harap terlihat ketika puluhan ribu benih ikan emas dilepaskan ke perairan. Sebanyak 80.000 benih ikan ditebar sebagai simbol ikhtiar bersama menjaga keberlangsungan ekosistem Danau Tempe sekaligus menanam harapan bagi generasi yang akan datang.
Bagi masyarakat pesisir, danau bukan sekadar hamparan air. Ia adalah ruang kehidupan, tempat mencari nafkah, sekaligus warisan budaya yang telah menyatu dengan denyut kehidupan warga sejak berabad-abad lalu. Karena itu, penebaran benih ikan menjadi lebih dari sekadar program pelestarian lingkungan. Ia adalah bentuk rasa cinta kepada alam yang selama ini memberi kehidupan.
Di sela-sela kegiatan, Kapolsek Tempe Iptu Irwan Taufik menyampaikan apresiasinya terhadap semangat masyarakat yang terus menjaga tradisi dan kelestarian lingkungan.
“Kami mendukung penuh kegiatan seperti ini karena tidak hanya menjadi ajang silaturahmi masyarakat, tetapi juga mengandung nilai pelestarian lingkungan melalui penebaran benih ikan serta menjaga tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun,” ujarnya.
Menurutnya, kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut merupakan modal sosial yang sangat penting dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan keharmonisan kehidupan masyarakat.
Untuk memastikan seluruh rangkaian acara berlangsung aman dan nyaman, personel Polsek Tempe turut melakukan pengamanan dan pemantauan sejak awal kegiatan. Pengamanan dilakukan mulai dari prosesi penebaran benih ikan hingga pembukaan lomba balap perahu yang secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Wajo.
Bagi warga Danau Tempe, balap perahu bukan hanya perlombaan. Ia adalah denyut budaya yang menghidupkan kembali semangat kebersamaan, keberanian, dan kecintaan terhadap warisan leluhur. Sorak-sorai masyarakat yang memadati lokasi acara menjadi bukti bahwa tradisi masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Wajo.
Iptu Irwan Taufik juga mengapresiasi sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, lancar, dan kondusif. Ini merupakan hasil kerja sama semua pihak yang turut menjaga ketertiban selama acara berlangsung,” tambahnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Wajo, dr. H. Baso Rahmanuddin, M.M., M.Kes., perwakilan Polres Wajo, perwakilan Kodim 1406/Wajo, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Wajo, anggota DPRD Kabupaten Wajo, Camat Tempe, para lurah se-Kecamatan Tempe, serta berbagai elemen masyarakat.
Di penghujung acara, harapan yang sama mengemuka dari banyak pihak: agar Danau Tempe tetap lestari, tetap memberi kehidupan, dan tetap menjadi ruang perjumpaan yang mempersatukan masyarakat. Sebab menjaga alam sejatinya adalah menjaga amanah Tuhan, sementara merawat tradisi adalah menjaga jejak kebijaksanaan para leluhur.
Di tepian danau yang menjadi saksi perjalanan zaman itu, syukur kembali dipanjatkan. Dan bersama benih-benih ikan yang ditebar ke dalam air, masyarakat Wajo menebarkan pula harapan agar keberkahan terus mengalir dari Danau Tempe untuk generasi hari ini dan masa depan.












