Suardi Thahir dan Harapan Baru PWI Sulsel: Merawat Idealisme Pers di Tengah Arus Perubahan

PERS154 Dilihat

Ilustrasi

Oleh: Alimuddin

Figur Suardi Thahir mulai menjadi perhatian dalam dinamika pemilihan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Sulawesi Selatan menjelang Konferensi PWI Sulsel 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 2 Juni 2026 di Makassar. Di tengah tantangan dunia media yang terus bergerak cepat, kehadiran Suardi Thahir dinilai membawa harapan baru bagi lahirnya kepemimpinan pers yang lebih humanis, progresif, dan tetap berpijak pada nilai-nilai idealisme jurnalistik.

Suardi Thahir resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua PWI Sulsel masa bakti 2026–2031 di Kantor PWI Sulsel, Jalan Maccini Sawah, Makassar, Rabu (13/5/2026). Kedatangannya bersama tim pendukung dan sejumlah wartawan senior dengan balutan pakaian serba putih menjadi simbol pesan persatuan, ketulusan, serta semangat perubahan di tubuh organisasi wartawan tertua di Indonesia tersebut.

Bagi sebagian kalangan insan pers di Sulawesi Selatan, Suardi Thahir bukan sekadar sosok wartawan senior. Ia dikenal sebagai figur yang konsisten menjaga marwah profesi jurnalistik di tengah derasnya perubahan zaman. Dalam berbagai kesempatan, ia kerap menekankan pentingnya menjaga independensi pers, memperkuat solidaritas antarsesama wartawan, dan menempatkan nilai kemanusiaan sebagai fondasi utama dalam menjalankan profesi.

Dalam keterangannya kepada media, Suardi Thahir menyampaikan bahwa pencalonannya lahir dari aspirasi anggota yang menginginkan pembenahan internal organisasi sekaligus penguatan profesionalisme wartawan di Sulawesi Selatan. Menurutnya, PWI Sulsel harus mampu beradaptasi dengan perkembangan media digital dan kemajuan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), tanpa kehilangan ruh etik dan tanggung jawab sosial pers.

Ia memandang organisasi wartawan tidak boleh berjalan eksklusif ataupun menghadirkan sekat di antara anggota. PWI Sulsel, kata dia, harus menjadi “rumah besar” bagi seluruh wartawan, tempat bertumbuhnya gagasan, solidaritas, dan perlindungan profesi di tengah tantangan industri media yang semakin kompleks.

Pandangan itu mencerminkan pendekatan kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada administrasi organisasi, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan. Suardi Thahir dinilai memiliki kepedulian terhadap perkembangan sesama insan pers, terutama wartawan muda yang kini menghadapi tekanan perubahan ekosistem media digital. Ia mendorong agar organisasi hadir bukan hanya sebagai simbol, melainkan sebagai ruang pembinaan, perlindungan, dan penguatan kompetensi.

Di sisi lain, sosoknya juga dikenal religius dan sederhana dalam membangun komunikasi dengan berbagai kalangan. Nilai-nilai moral dan etika yang kerap ia sampaikan dianggap menjadi bagian penting dalam menjaga integritas profesi wartawan di era keterbukaan informasi saat ini. Bagi Suardi Thahir, kebebasan pers harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab moral kepada masyarakat.

Sementara itu, dinamika Konferensi PWI Sulsel 2026 terus berkembang dan mulai menghangat dalam beberapa pekan terakhir. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan turut memberi perhatian terhadap proses pemilihan tersebut. Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, berharap sosok Ketua PWI Sulsel ke depan merupakan figur independen, tidak terikat kepentingan politik praktis, dan memiliki komitmen kuat membesarkan organisasi.

Panitia Konferensi PWI Sulsel sendiri terus melakukan konsolidasi dan sosialisasi menjelang pelaksanaan konferensi, termasuk menjalin kerja sama publikasi dengan TVRI Sulawesi Selatan guna menyukseskan agenda organisasi tersebut.

Di tengah dinamika itu, kemunculan Suardi Thahir menghadirkan narasi tersendiri tentang pentingnya kepemimpinan pers yang tidak hanya kuat secara organisatoris, tetapi juga mampu merawat idealisme, solidaritas, dan nilai-nilai kemanusiaan di tengah perubahan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *