Keterangan Gambar:
Kapolsek Pitumpanua AKP Andi Suhidin, SH, M.Si memimpin apel pengamanan bersama personel Polri, BKO, dan TNI sebelum pelaksanaan pengamanan ibadah Hari Kenaikan Isa Almasih di wilayah hukum Polsek Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Kamis (14/5/2026). (Foto: Dokumentasi Humas Polres Wajo)
Oleh: Sabri
Editor: Masykur Thahir
WAJO — Pagi itu, suasana di Kecamatan Pitumpanua tampak berbeda. Di tengah hangatnya cahaya matahari dan aktivitas warga yang mulai bergerak, sejumlah personel kepolisian dan TNI berdiri tegap mengikuti apel pengamanan. Mereka bersiap menjalankan tugas menjaga ketenangan dan keamanan umat Nasrani yang memperingati Hari Kenaikan Isa Almasih, Kamis (14/5/2026).
Pengamanan dipimpin langsung Kapolsek Pitumpanua, AKP Andi Suhidin, SH, M.Si. Kehadiran aparat bukan sekadar menjalankan prosedur keamanan, tetapi menjadi simbol hadirnya negara dalam menjamin kebebasan masyarakat menjalankan ibadah sesuai keyakinannya.
Apel pengamanan digelar sebelum personel ditempatkan di sejumlah gereja di wilayah hukum Polsek Pitumpanua. Personel Polsek, BKO, serta anggota TNI tampak bersinergi memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan aman dan kondusif.
Beberapa gereja yang melaksanakan ibadah Kenaikan Isa Almasih di antaranya Gereja Toraja Jemaat Lauwa Klasis Bone di Desa Lompoloang. Ibadah yang dipimpin Sanda Mairi Liling Padang itu dimulai pukul 09.00 WITA dan diikuti sekitar 90 jemaat dengan mengangkat tema “Tuhan di Tempat yang Paling Tinggi”.
Sementara itu, di Gereja Pantekosta Bukit Sion Desa Lompoloang, ibadah dipimpin Pdt. Merry Sirenden, S.Th dengan dihadiri sekitar 10 jemaat. Tema yang diangkat yakni “Semua Kembali kepada Allah”, menghadirkan suasana khidmat dan penuh refleksi spiritual.
Di lokasi berbeda, Gereja Destamar Bulu Siwa juga melaksanakan ibadah yang dipimpin Caezar Martin bersama Mikael Bato, S.Th. Sekitar 40 jemaat mengikuti prosesi ibadah dengan tema “Tuhan di Tempat yang Tinggi”.
Kapolsek Pitumpanua AKP Andi Suhidin menegaskan bahwa pengamanan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya pada momentum hari besar keagamaan.
“Selama kegiatan berlangsung, situasi aman dan kondusif. Kami menempatkan personel di titik-titik strategis agar jemaat dapat melaksanakan ibadah dengan tenang dan nyaman,” ujarnya.
Kehadiran aparat keamanan di tengah kegiatan keagamaan itu juga mencerminkan pentingnya toleransi dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Di tengah perbedaan keyakinan, semangat menjaga persaudaraan dan saling menghormati tetap menjadi fondasi utama kehidupan sosial di Kabupaten Wajo.
Seluruh rangkaian kegiatan ibadah berlangsung lancar dan berakhir sekitar pukul 10.30 WITA tanpa kendala berarti.






