Menakar Masa Depan PWI Sulsel: Harapan Persatuan Menguat pada Duet Suwardi Thahir–Dahlan Abubakar

BREAKING NEWS202 Dilihat

Oleh: Redaksi

Konferensi Provinsi Persatuan Wartawan Indonesia Sulawesi Selatan periode 2026–2031 diperkirakan tidak sekadar menjadi agenda rutin organisasi profesi. Di balik dinamika yang mulai menghangat, muncul harapan besar dari kalangan insan pers agar PWI Sulsel kembali menemukan arah kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh elemen wartawan di daerah ini.

Di sebuah sudut Kota Makassar, Sabtu petang (23/5/2026), wartawan senior Andi Patarai Wawo menyampaikan pandangannya mengenai figur yang dinilainya paling layak memimpin PWI Sulsel ke depan. Dengan nada tenang namun penuh keyakinan, ia menyebut nama Suwardi Thahir dan Dahlan Abubakar sebagai pasangan yang paling ideal untuk mengemban amanah organisasi.

Bagi Andi Patarai, keduanya bukan sekadar nama besar di dunia jurnalistik Sulawesi Selatan. Mereka dianggap mewakili perpaduan pengalaman, integritas, dan kematangan organisasi yang dibutuhkan PWI Sulsel di tengah berbagai tantangan internal maupun eksternal.

“Keduanya bagaikan mur dan baut, sangat klik dan saling melengkapi,” ujarnya.

Penilaian itu tidak lahir tanpa alasan. Sosok Dahlan Abubakar, misalnya, dinilai memiliki rekam jejak panjang dalam organisasi pers tertua di Indonesia tersebut. Ia pernah menjabat Sekretaris PWI Sulsel periode 1988–1993, Wakil Komisi Pendidikan PWI Pusat periode 2022–2025, hingga memimpin Yayasan Lembaga Pers Sulsel sejak 2015. Selain itu, aktivitasnya sebagai pimpinan media dinilai membuatnya tetap dekat dengan denyut kehidupan pers sehari-hari.

Sementara itu, Suwardi Thahir dipandang sebagai figur pekerja yang tumbuh dari bawah. Kariernya dibangun dari ruang redaksi, mulai sebagai redaktur, pemimpin redaksi, hingga menduduki posisi strategis di lingkungan Fajar Grup. Pengalaman tersebut dianggap memberi pemahaman utuh tentang tantangan perusahaan pers sekaligus dinamika profesi wartawan di era perubahan media yang terus bergerak cepat.

Di mata Andi Patarai, pengalaman panjang keduanya menjadi modal penting untuk mengembalikan marwah organisasi dan memperkuat soliditas internal PWI Sulsel. Ia berharap kepemimpinan mendatang mampu menghadirkan suasana yang lebih sejuk, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan seluruh anggota.

Menurutnya, sudah saatnya organisasi dijalankan dengan menjunjung penuh Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga tanpa perlakuan berbeda terhadap kelompok tertentu. Ia juga menilai bahwa dinamika yang selama ini berkembang di tubuh PWI Sulsel perlu dijadikan pelajaran bersama agar organisasi tidak lagi terjebak dalam sekat-sekat kepentingan.

Harapan itu mencerminkan kerinduan sebagian kalangan wartawan terhadap organisasi yang lebih solid dan berwibawa. Di tengah tantangan dunia pers yang semakin kompleks, mulai dari perubahan ekosistem digital, tekanan profesionalisme, hingga persoalan kesejahteraan wartawan, PWI Sulsel dinilai membutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya populer, tetapi juga mampu menjadi perekat.

Menjelang Konferprov PWI Sulsel, dukungan dan aspirasi dari berbagai kalangan dipastikan akan terus bermunculan. Namun bagi Andi Patarai Wawo, pilihannya sudah jelas. Ia meyakini Suwardi Thahir merupakan figur yang tepat untuk memimpin PWI Sulsel, didampingi Dahlan Abubakar sebagai Ketua Dewan Kehormatan.

Di penghujung pernyataannya, ia mengajak seluruh pemilik hak suara agar menggunakan pilihan secara bijak demi masa depan organisasi yang lebih baik.

“Gunakan hak pilih untuk mencari yang terbaik bagi PWI Sulsel,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *