Menjaga Nyala Ronda, Menumbuhkan Kesadaran Bersama: Polres Soppeng Hidupkan Kembali Semangat Sat Kamling

KAMTIBMAS63 Dilihat

Keterangan Gambar:

Personel Polres Soppeng bersama aparat desa dan warga berfoto usai pelaksanaan penilaian Lomba Sat Kamling di salah satu wilayah, Rabu (29/4/2026), sebagai bentuk sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. (Foto Dokumentasi Humas Polres Soppeng)

Penulis: Petta Barang

Pagi itu, matahari belum sepenuhnya tinggi ketika langkah-langkah aparat kepolisian dan warga mulai berkumpul di halaman sebuah pos ronda. Di tengah suasana sederhana namun penuh makna, semangat kebersamaan terasa hidup. Bukan sekadar penilaian lomba, tetapi sebuah ikhtiar untuk menyalakan kembali kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga keamanan lingkungan.

Polres Soppeng melalui Satuan Binmas menggelar Penilaian Lomba Satuan Keamanan Lingkungan (Sat Kamling) tingkat kabupaten, Rabu (29/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kembali peran aktif masyarakat sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Dipimpin langsung oleh Kasat Binmas IPTU Andri Hermansyah, bersama jajaran, penilaian hari pertama menyasar sejumlah wilayah, mulai dari Polsek Donri-Donri, Marioriawa, Ganra, hingga Lilirilau. Namun lebih dari sekadar menilai kelengkapan fasilitas atau administrasi pos ronda, kegiatan ini menjadi ruang dialog antara polisi dan warga.

Di setiap titik yang dikunjungi, pesan yang dibawa sederhana namun mendalam: keamanan bukan semata tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama. Pos kamling, yang dulu menjadi simbol kebersamaan warga, diharapkan kembali menjadi pusat aktivitas sosial sekaligus benteng pertama dalam mencegah potensi gangguan keamanan.

Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana menegaskan bahwa lomba Sat Kamling bukan hanya ajang kompetisi, melainkan sarana membangun kesadaran. Ia memandang bahwa keberadaan Sat Kamling adalah bentuk nyata kehadiran masyarakat dalam menjaga lingkungannya sendiri.

“Ketika warga terlibat aktif, rasa aman tidak lagi menjadi harapan, tetapi menjadi kenyataan yang dirasakan bersama,” ujarnya.

Senada dengan itu, IPTU Andri Hermansyah menekankan pentingnya keberlanjutan. Menurutnya, pos kamling tidak boleh sekadar hidup saat penilaian berlangsung, tetapi harus menjadi bagian dari rutinitas warga.

Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, kejahatan tidak lagi mengenal ruang dan waktu. Karena itu, kewaspadaan menjadi kunci. Masyarakat pun diimbau untuk segera melaporkan setiap potensi gangguan melalui Bhabinkamtibmas, Polsek setempat, atau layanan Call Center 110.

Kegiatan ini pun disambut antusias oleh masyarakat dan aparat desa. Ada harapan yang tumbuh di balik setiap interaksi, bahwa keamanan bisa dibangun dari hal-hal sederhana: saling mengenal, saling menjaga, dan saling peduli.

Pada akhirnya, lomba ini bukan tentang siapa yang terbaik, melainkan tentang bagaimana semangat ronda, yang sempat redup, kembali menyala. Sebab di balik lampu redup pos kamling, tersimpan cahaya kebersamaan yang menjaga sebuah kampung tetap aman dan tenteram.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *