Di Tengah Riuh Antrean, Kapolres Soppeng Menyapa dengan Himbauan Penuh Makna

BREAKING NEWS96 Dilihat

Ilustrasi

Penulis: Alimuddin (Pemred Palapa Media Group)

Pagi itu, pesan singkat tiba di gawai redaksi, sunyi, namun sarat makna. Di balik deretan kata yang sederhana, terselip kegelisahan sekaligus harapan: agar masyarakat tetap tenang di tengah riuhnya antrean bahan bakar minyak (BBM).

Senin, 6 April 2026, pukul 10.59 WITA, dari Satuan Reserse Kriminal Polres Soppeng, tersiar sebuah himbauan yang bukan sekadar ajakan, tetapi juga pengingat tentang pentingnya kebijaksanaan dalam menghadapi situasi.

Kapolres Soppeng, melalui pesannya, mengajak masyarakat untuk tidak terjebak dalam kepanikan. Panic buying, membeli secara berlebihan karena rasa cemas, diingatkan sebagai langkah yang justru dapat menciptakan kelangkaan semu. Antrean yang mengular bukan hanya soal kebutuhan, tetapi juga cerminan bagaimana rasa takut dapat membesar ketika tidak dikelola dengan baik.

“Gunakan BBM secara bijak, sesuai kebutuhan,” demikian inti pesan yang disampaikan. Sebuah kalimat sederhana, namun menyiratkan nilai tanggung jawab, bahwa setiap liter yang dibeli, sejatinya adalah bagian dari hak bersama.

Di tengah derasnya arus informasi yang tak selalu jernih, masyarakat juga diingatkan untuk tidak mudah percaya pada kabar yang belum terverifikasi. Sebab, kabar yang keliru kerap kali lebih cepat menyulut kepanikan daripada kebenaran yang tenang.

Tak hanya itu, Kapolres juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban di area SPBU. Antrean bukan sekadar menunggu giliran, tetapi juga ruang untuk menguji kesabaran, saling menghormati, dan memelihara harmoni.

“Ikuti arahan petugas dan jaga ketertiban saat mengantre,” menjadi penegasan bahwa keteraturan adalah kunci agar distribusi tetap berjalan lancar dan adil bagi semua.

Lebih dari sekadar himbauan, pesan ini terasa seperti doa yang disampaikan dalam bahasa keseharian. Doa agar masyarakat tetap tenang, tetap percaya, dan tetap menjaga satu sama lain.

Sebab dalam setiap situasi sulit, selalu ada pilihan: memperbesar kecemasan, atau merawat ketenangan. Dan di Soppeng hari itu, sebuah pesan singkat mencoba mengingatkan, bahwa ketenangan adalah bentuk ikhtiar, dan kebersamaan adalah jalan untuk menjaga keseimbangan.

Mari bersama menjaga situasi tetap kondusif, agar setiap perjalanan, setiap harapan, tetap dapat berjalan dengan lancar, seperti aliran BBM yang seharusnya sampai ke setiap kebutuhan, tanpa harus terhambat oleh kepanikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *