Di Balik Balutan Adat, Soppeng Rayakan Usia ke-765 dengan Hangatnya Kebersamaan

SOPPENG11 Dilihat

Keterangan Gambar:

Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., bersama jajaran Forkopimda dan undangan mengenakan busana adat saat menghadiri perayaan Hari Jadi ke-765 Kabupaten Soppeng di Gedung Serbaguna Lapatau, Rabu (8/4/2026). Suasana penuh khidmat dan kebersamaan mewarnai jalannya acara. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)

Oleh: Idris

SOPPENG – Di bawah kilau busana adat yang anggun dan warna-warni yang menenangkan mata, ruang Gedung Serbaguna Lapatau di jantung Kabupaten Soppeng pagi itu terasa lebih dari sekadar tempat perayaan. Ia menjelma menjadi ruang temu rasa, antara sejarah, harapan, dan kebersamaan yang dirawat lintas generasi.

Rabu, 8 April 2026, waktu seolah berjalan lebih pelan saat para tamu mulai memenuhi ruangan. Wajah-wajah penuh khidmat, balutan pakaian adat yang sarat makna, serta sapaan hangat di antara para undangan menciptakan suasana yang humanis dan penuh kekeluargaan. Di tengah kerumunan itu, Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., tampak hadir, menyatu dalam semangat yang sama, merawat daerah dengan ketulusan.

Perayaan Hari Jadi Soppeng ke-765 bukan sekadar seremoni tahunan. Ia adalah cermin perjalanan panjang sebuah daerah yang terus bertumbuh, beradaptasi, dan menjaga jati dirinya. Mengusung tema “Soppeng Sehat, Maju, Tangguh, Berkelanjutan”, peringatan tahun ini digelar secara sederhana, mengikuti arahan efisiensi anggaran, namun tidak kehilangan ruhnya, adat dan kearifan lokal tetap menjadi nafas utama.

Sejumlah tokoh penting turut hadir, mulai dari Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, hingga jajaran Forkopimda dan para kepala daerah dari berbagai wilayah. Kehadiran mereka bukan hanya simbol formalitas, melainkan penegasan bahwa Soppeng adalah bagian dari jejaring besar pembangunan yang saling terhubung.

Di sela acara, Kapolres Soppeng menyampaikan pandangannya dengan nada yang tenang namun penuh makna. Ia melihat perayaan ini bukan hanya momentum nostalgia, tetapi juga ruang memperkuat sinergitas.

“Momentum Hari Jadi Soppeng ini menjadi ajang memperkuat kebersamaan dan sinergitas seluruh elemen, baik pemerintah, TNI-Polri, maupun masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah yang aman dan kondusif,” ujarnya.

Kehangatan acara terasa hingga usai. Tidak ada kegaduhan, tidak ada riuh yang berlebihan, yang ada hanyalah harmoni. Hingga pukul 11.55 WITA, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Di balik layar, aparat keamanan tetap siaga, memastikan setiap sudut kegiatan berjalan dalam kendali.

Lebih dari sekadar perayaan, hari itu menjadi pengingat: bahwa kemajuan sebuah daerah tidak hanya dibangun dengan kebijakan, tetapi juga dengan rasa memiliki—yang tumbuh dari kebersamaan, dirawat dalam adat, dan dijaga oleh semua elemen.

Di usia ke-765, Soppeng tidak hanya merayakan waktu yang telah berlalu. Ia sedang meneguhkan langkah menuju masa depan, dengan akar yang tetap tertanam kuat di tanah budayanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *