Membangun Benteng Literasi di Desa Timusu: Kolaborasi Polres Soppeng dan Mahasiswa dalam Menangkal Badai Hoaks

POLRI76 Dilihat

Keterangan Gambar (Caption):

SINERGI EDUKASI: Kasi Humas Polres Soppeng, AKP H. Husain (tengah), saat memberikan materi dalam kegiatan Penyuluhan Antisipasi Berita Hoax yang bekerja sama dengan Mahasiswa KKN Tematik Universitas Lamappapoleonro Posko XXI di Desa Timusu, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng, Minggu (19/4/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital masyarakat agar lebih bijak dalam menyaring informasi di media sosial. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)

Oleh: Syukur Mariorante Katalawala

SOPPENG – Di tengah arus informasi digital yang kian deras dan tak terbendung, kemampuan memilah antara fakta dan dusta menjadi keterampilan krusial bagi masyarakat pedesaan. Menyadari urgensi tersebut, sebuah kolaborasi edukatif terjalin di jantung Desa Timusu, tepatnya di Kampung Baru, Lagoci, pada Minggu siang (19/04/2026).

Suasana hangat di kediaman Ibu Jusmawati hari itu tidak hanya sekadar pertemuan warga biasa. Kehadiran personel Polres Soppeng bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Lamappapoleonro Posko XXI membawa misi penting: membentengi warga dari ancaman berita bohong atau hoax yang kian marak menyusup ke gawai masyarakat.

Kasi Humas Polres Soppeng, AKP H. Husain, yang hadir sebagai pemateri utama, menekankan bahwa literasi digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan.

Dalam paparan yang disampaikan secara persuasif, Kasi Humas Polres Soppeng ini menggarisbawahi bahwa informasi palsu seringkali dirancang untuk memicu emosi dan keresahan.

“Masyarakat harus menjadi penyaring sebelum menjadi penyiar. Jangan mudah tergiur dengan judul yang bombastis namun sumbernya tidak jelas. Ketidaktelitian kita dalam membagikan informasi dapat menjadi ancaman nyata bagi stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas),” tutur AKP H. Husain di hadapan para peserta yang menyimak dengan saksama.

Tidak hanya memberikan teori, penyuluhan ini juga membekali warga dengan keterampilan praktis untuk mengenali ciri-ciri hoaks dan langkah sederhana memverifikasi kebenaran informasi. Antusiasme warga terlihat jelas dalam sesi tanya jawab, di mana diskusi mengalir interaktif mengenai fenomena informasi yang mereka temui sehari-hari di media sosial.

Di tempat terpisah, Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., menegaskan bahwa pendekatan edukatif seperti ini merupakan investasi jangka panjang dalam menjaga kondusifitas wilayah. Menurutnya, masyarakat yang cerdas secara digital adalah mitra terbaik Polri dalam menjaga persatuan.

Melalui sinergi antara kepolisian, akademisi, dan perangkat desa, kegiatan di Desa Timusu ini menjadi potret nyata bahwa upaya menjaga kedamaian bangsa dimulai dari kesadaran individu di tingkat desa. Dengan semangat kritis dalam bermedia sosial, diharapkan masyarakat Soppeng tidak lagi menjadi sasaran empuk provokasi informasi yang memecah belah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *