Ramadhan di Tanah Bencana: Ketika Polisi Datang Membawa Harapan

POLRI110 Dilihat

Keterangan Gambar:

Personel Polsek Marioriwawo bersama warga berkumpul di Dusun Kessi, Desa Gattareng Toa, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, Kamis (12/3/2026), saat penyaluran bantuan sosial bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat di Gattareng Toa, sekaligus menjadi momentum berbagi di bulan suci Ramadhan. (Foto: Dokumentasi Sie Humas Polres Soppeng)

SOPPENG — Pagi di Dusun Kessi, Desa Gattareng Toa, Kecamatan Marioriwawo, belum sepenuhnya pulih dari jejak bencana. Lumpur masih menempel di beberapa sudut rumah warga, sementara bekas aliran air dan longsoran tanah menyisakan cerita tentang malam-malam hujan yang datang tanpa jeda.

Di tengah suasana itu, Kamis pagi, 12 Maret 2026, sekitar pukul 10.30 WITA, sejumlah personel kepolisian tiba membawa paket bantuan. Bukan sekadar bantuan logistik, tetapi juga tanda bahwa warga tidak sendiri menghadapi musibah.

Kapolsek Marioriwawo AKP Masudi, S.H., bersama Ketua Bhayangkari Ranting Marioriwawo dan jajaran anggota Polsek Marioriwawo, menyerahkan langsung bantuan sosial kepada warga yang terdampak banjir dan tanah longsor.

Kegiatan ini turut disaksikan Kepala Desa Gattareng Toa Irwansyah, aparat pemerintah setempat, serta masyarakat yang berkumpul di lokasi penyerahan bantuan.

Bagi warga, kedatangan rombongan tersebut menjadi semacam jeda dari kepenatan pascabencana. Bantuan yang disalurkan menjadi bentuk kepedulian kepada masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit, terlebih di bulan suci Ramadhan, bulan yang selalu mengingatkan tentang arti berbagi.

Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K. menyampaikan bahwa kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat.

“Di bulan suci Ramadhan ini kita diajarkan untuk memperkuat rasa empati dan kepedulian terhadap sesama. Kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat bukan hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga memberikan bantuan dan dukungan kepada warga yang sedang tertimpa musibah,” ujarnya.

Di wilayah seperti Gattareng Toa, bencana bukanlah cerita baru. Saat musim hujan datang dengan intensitas tinggi, tanah yang jenuh air kerap kehilangan daya cengkeramnya. Longsor bisa terjadi kapan saja.

Karena itu, Kapolsek Marioriwawo juga mengingatkan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, terutama ketika curah hujan meningkat.

Meski demikian, pagi itu di Dusun Kessi, suasana terasa sedikit berbeda. Di antara rumah-rumah yang sempat diterpa banjir dan longsor, warga berkumpul, saling menyapa, dan menerima bantuan dengan senyum yang mulai kembali tumbuh.

Ramadhan, rupanya, selalu menemukan caranya sendiri untuk menghadirkan harapan, bahkan di tempat yang baru saja disentuh musibah. (*/Syukur Mariorantre Katalawala)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *