Ramadhan di Lereng Bencana

POLRI117 Dilihat

Keterangan Gambar:

Kapolsek Marioriwawo AKP Masudi, S.H. bersama Ketua Bhayangkari Ranting Marioriwawo, personel kepolisian, serta aparat desa berfoto bersama usai penyerahan bantuan sosial kepada warga terdampak banjir dan tanah longsor di Desa Gattareng Toa, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, Kamis (12/3/2026). Kegiatan sosial ini menjadi bagian dari kepedulian Polri dan Bhayangkari kepada masyarakat yang terdampak bencana, sekaligus momentum berbagi di bulan suci Ramadhan. (Foto: Dopkumentasi Humas Polres Soppeng)

Oleh:Alimuddin

SOPPENG — Pagi di Dusun Kessi, Desa Gattareng Toa, Kecamatan Marioriwawo, berjalan lebih pelan dari biasanya. Bekas lumpur masih menempel di beberapa halaman rumah, sementara tanah di tepi lereng terlihat belum sepenuhnya kering. Hujan beberapa waktu lalu datang membawa banjir dan longsor, meninggalkan jejak yang belum sepenuhnya hilang.

Di tengah suasana yang masih memulihkan diri itu, Kamis, 12 Maret 2026, sekitar pukul 10.30 WITA, sejumlah kendaraan berhenti di perkampungan warga. Beberapa personel kepolisian turun, membawa paket bantuan. Kedatangan mereka sederhana, tanpa keramaian yang berlebihan, tetapi cukup menarik perhatian warga yang perlahan berkumpul.

Kapolsek Marioriwawo AKP Masudi, S.H., bersama Ketua Bhayangkari Ranting Marioriwawo dan anggota Polsek Marioriwawo, menyerahkan bantuan sosial kepada warga yang terdampak banjir dan tanah longsor di wilayah tersebut.

Di lokasi yang sama, Kepala Desa Gattareng Toa Irwansyah, aparat pemerintah setempat, dan sejumlah warga turut menyaksikan penyerahan bantuan itu. Beberapa warga berdiri di bawah naungan pohon, sebagian lagi duduk di teras rumah yang masih menyisakan bekas genangan.

Bantuan yang diberikan mungkin tidak serta-merta menghapus seluruh dampak bencana. Namun di desa yang sempat dilanda musibah, kehadiran orang-orang yang datang membawa perhatian sering kali memiliki arti lebih dari sekadar isi paket yang diserahkan.

Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K. mengatakan kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari komitmen kepolisian untuk tetap hadir di tengah masyarakat, terutama pada saat warga menghadapi kesulitan.

Menurutnya, bulan Ramadhan selalu menghadirkan ruang yang lebih luas bagi empati.

“Di bulan suci Ramadhan ini kita diajarkan untuk memperkuat rasa kepedulian terhadap sesama. Kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat bukan hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga memberikan dukungan kepada warga yang sedang tertimpa musibah,” ujarnya.

Gattareng Toa sendiri termasuk wilayah yang cukup akrab dengan ancaman longsor. Saat hujan turun dengan intensitas tinggi, tanah yang jenuh air mudah bergerak, membawa material dari lereng ke permukiman warga di bawahnya.

Karena itu, Kapolsek Marioriwawo juga mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, terutama selama musim hujan.

Menjelang siang, kegiatan penyaluran bantuan itu berakhir tanpa seremoni panjang. Warga kembali ke aktivitas masing-masing, sementara rombongan kepolisian meninggalkan desa dengan kendaraan yang perlahan menjauh dari jalan kampung.

Di tempat seperti Gattareng Toa, bencana mungkin datang berulang. Namun setiap kali bantuan dan kepedulian tiba, selalu ada satu hal yang ikut pulih: keyakinan bahwa di tengah musibah, manusia masih saling menjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *