Keterangan Gambar:
Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana (kiri) duduk bersama sejumlah pejabat dan perwakilan instansi terkait saat pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang digelar di halaman Polres Soppeng, Jumat (13/3/2026). Kegiatan yang bekerja sama dengan Perum Bulog serta didukung Pemerintah Kabupaten Soppeng ini bertujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau selama bulan Ramadan menjelang Idul Fitri. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)
Oleh: Alimuddin
Pagi masih lembap ketika warga mulai berdatangan ke halaman Polres Soppeng, Jumat (13/3/2026). Di bawah tenda putih yang berdiri sederhana, meja-meja panjang dipenuhi kantong bawang putih, beras, gula, hingga minyak goreng. Beberapa warga sudah berdiri mengantre, sebagian lagi memperhatikan daftar harga yang ditempel di depan meja.
Suasana halaman markas polisi itu pagi ini terasa berbeda.
Biasanya tempat itu identik dengan barisan kendaraan dinas, apel pagi, dan langkah cepat para anggota berseragam. Namun di bulan suci Ramadan, halaman tersebut berubah menjadi ruang pelayanan bagi warga yang membutuhkan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Program Gerakan Pangan Murah digelar oleh Polres Soppeng bekerja sama dengan Perum Bulog Cabang Soppeng serta didukung Pemerintah Kabupaten Soppeng. Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang dilaksanakan serentak oleh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui sambungan virtual dengan pusat kegiatan di Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Di sela aktivitas warga yang memilih bahan pangan, sejumlah personel kepolisian tampak berdiri mengawasi jalannya kegiatan. Sebagian membantu mengatur antrean, sebagian lagi memastikan distribusi berjalan tertib.
Kapolres Soppeng, Aditya Pradana, hadir memantau langsung kegiatan tersebut. Ia berjalan perlahan di antara warga, sesekali berhenti memperhatikan komoditas yang tersusun rapi di atas meja.
Dalam program itu, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar. Beras SPHP, beras Punokawan, beras Mallopi, minyak goreng, gula pasir, telur, bawang merah, bawang putih hingga cabai tersedia bagi masyarakat yang datang.
Di bulan Ramadan, kebutuhan rumah tangga biasanya meningkat. Bagi banyak keluarga, menjaga keseimbangan antara kebutuhan dapur dan pengeluaran bukan perkara mudah. Karena itu, selisih harga yang sedikit lebih murah bisa menjadi penolong yang berarti.
Bagi jajaran kepolisian, kegiatan ini juga menjadi bentuk pengabdian yang berbeda dari biasanya.
Disiplin menjalankan tugas tetap terlihat. Para anggota bergerak tertib, mengikuti arahan pimpinan, memastikan kegiatan berlangsung lancar. Namun di balik seragam dan prosedur itu, terselip makna lain: kehadiran negara yang mencoba meringankan beban warganya.
Wakapolres Sudarmin bersama para personel turut mengawasi jalannya kegiatan. Warga datang silih berganti, membawa pulang kantong-kantong bahan pokok.
Tidak ada seremoni besar. Hanya tenda sederhana, meja panjang, dan interaksi singkat antara polisi dan masyarakat.
Namun di tengah Ramadan yang mengajarkan arti berbagi, kegiatan itu menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak selalu hadir dalam bentuk besar. Kadang ia muncul dalam bentuk yang sangat sederhana, membantu memastikan dapur masyarakat tetap menyala.
Di halaman kecil markas polisi itu, Ramadan terasa sedikit lebih hangat.













