Berikut adalah suntingan rilis berita Humas Polres Wajo yang dikemas secara profesional, berwibawa, dan bermartabat dalam bentuk Tajuk Rencana Palapa. Gaya penulisan dibuat puitis, humanis, serta religius tanpa mengesampingkan kekokohan fakta jurnalistik.
Menjaga Seragam dengan Dzikir, Menundukkan Jiwa dalam Pengabdian (9 Kata)
Keterangan Gambar: Kapolres Wajo AKBP Douglas Mahendrajaya bersama jajaran personel dan Bhayangkari khusyuk menyimak bimbingan kerohanian serta membaca ayat-ayat suci di Masjid At-Taqwa Polres Wajo. (Foto: Dok. Humas Polres Wajo)
PALAPA MEDIA GROUP Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani
TAJUK RENCANA PALAPA Suara Resmi Redaksi
SUARA PALAPA, WAJO — Tugas kepolisian tak sebatas tentang ketegangan di jalanan, ketegasan menegakkan hukum, atau kewibawaan seragam cokelat yang melekat. Di balik keteguhan menjaga keamanan, ada jiwa-jiwa yang haus akan ketenangan, butuh disiram oleh penyejuk imbalan ilmu ilahi agar nurani tak mengeras dimakan rutinitas.
Kamis pagi yang teduh, (17/9/2026), sekitar pukul 08.35 WITA, ketenangan merayap lembut di Masjid At-Taqwa Polres Wajo. Usai melangkahkan kaki pada apel pagi, para pengayom masyarakat ini tidak bergegas melupakan keheningan. Mereka melangkah penuh ketundukan menuju rumah Allah SWT untuk merajut Bimbingan Rohani dan Mental (Binrohtal)—sebuah agenda rutin harian Kamis yang menjelma ruang kontemplasi jiwa.
Lantunan bait-bait hadis mengalun syahdu, disusul keheningan pembacaan Surah Yasin dan gema dzikir yang dipimpin dengan khidmat oleh Ustaz Akbar, Imam Masjid At-Taqwa. Dalam majelis sederhana namun sarat makna ini, batas pangkat dan jabatan seolah meluruh. Kapolres Wajo AKBP Douglas Mahendrajaya, S.H., S.I.K., M.I.K., M.Tr.Opsla duduk bersanding dengan Wakapolres Wajo Kompol H. Andi Syamsu Lifu, S.Sos., M.H., para Pejabat Utama (PJU), perwira, hingga jajaran personel yang beragama Islam. Semua menunduk dalam kepasrahan, mensejajarkan niat di hadapan Sang Pencipta.
Binrohtal bukan sekadar rutinitas formalitas dalam kalender kerja Polres Wajo. Ia adalah fondasi spiritual yang membentengi karakter setiap insan Bhayangkara. Karena pelayan masyarakat yang hebat bukanlah mereka yang hanya perkasa memegang kewenangan, melainkan mereka yang memiliki ketundukan hati untuk mengasihi sesama. Melalui nilai-nilai keagamaan yang ditanamkan secara konsisten, Polres Wajo terus membina personelnya agar senantiasa mengedepankan sikap yang humanis, berintegritas, serta berakhlak mulia.
Ketika nilai ilahi terpatri di dalam dada, pelayanan publik tak lagi dipandang sebagai kewajiban dinas semata, melainkan ladang ibadah yang suci. Dari keheningan Masjid At-Taqwa ini, lahir komitmen untuk menghadirkan kepolisian yang senantiasa hadir sebagai pengayom yang teduh, bijaksana, dan penuh kasih bagi seluruh warga Wajo.
Sebab kewibawaan sejati tidak lahir dari ketakutan, melainkan dari ketulusan hati yang tersentuh oleh cahaya ketakwaan.
Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.






