Keterangan Gambar:
Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana menyapa dan memberi semangat kepada peserta sunat gratis dalam kegiatan Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80 di Aula Tantya Sudhirajati Mapolres Soppeng, Jumat (26/6/2026). Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian Polri melalui pelayanan kesehatan yang humanis dan menyentuh masyarakat secara langsung. (Foto: Dok. Humas Polres Soppeng)
Oleh: Syukur Mariorante Katalawala
SOPPENG, SUARA PALAPA — Di sebuah ruangan yang dipenuhi suasana hangat dan penuh doa, langkah-langkah kecil anak-anak tampak berjalan beriring dengan harapan orang tua mereka. Ada gugup yang terselip di wajah polos mereka, namun juga tersimpan keberanian yang perlahan tumbuh dari genggaman tangan ayah dan ibu yang setia mendampingi.
Jumat, 26 Juni 2026, Aula Tantya Sudhirajati Mapolres Soppeng menjadi saksi sebuah pengabdian yang tak sekadar berbentuk tugas, melainkan juga sentuhan kemanusiaan. Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Soppeng menggelar Bakti Kesehatan Sunat Gratis bagi masyarakat.
Sebanyak 10 anak mengikuti kegiatan sosial tersebut. Bagi sebagian orang, sunat mungkin hanyalah prosedur medis. Namun bagi keluarga Muslim, ia adalah bagian dari fitrah, ikhtiar menyempurnakan kebersihan diri, sekaligus langkah awal menapaki fase kedewasaan dengan nilai-nilai syariat.
Kehadiran Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., bersama jajaran pejabat utama Polres Soppeng, personel Seksi Dokkes, tenaga kesehatan, dan panitia pelaksana, menambah hangat suasana. Kegiatan itu bukan sekadar seremoni, melainkan cermin nyata bahwa Polri hadir dekat dengan rakyat.
Dalam sambutannya, Kapolres mengawali dengan mengajak seluruh hadirin menundukkan hati, memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, atas nikmat kesehatan, umur panjang, dan kesempatan yang diberikan sehingga kegiatan penuh manfaat ini dapat terselenggara dengan baik.
Kapolres juga mengajak seluruh peserta untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, sang teladan agung yang mengajarkan kasih sayang, kepedulian, dan kemuliaan akhlak dalam setiap lini kehidupan.
Dengan tutur yang hangat dan penuh empati, Kapolres menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, personel Seksi Dokkes, serta tenaga kesehatan yang telah mengabdikan tenaga, waktu, dan pikiran demi kelancaran kegiatan.
“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh panitia dan tim kesehatan yang telah menyumbangkan tenaga serta pikirannya demi terselenggaranya kegiatan ini. Terima kasih juga kepada bapak dan ibu yang telah mempercayakan putra-putranya mengikuti sunat gratis ini sebagai bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80,” ujar AKBP Aditya Pradana.
Lebih jauh, Kapolres menegaskan bahwa tugas Polri tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Di balik seragam yang dikenakan, ada tanggung jawab moral untuk terus hadir membawa manfaat, menebar kepedulian, dan memperkuat jembatan kemanusiaan.
Bakti kesehatan ini menjadi satu wujud nyata pengabdian tersebut, bahwa pelayanan Polri tidak berhenti pada penegakan hukum, tetapi juga merangkul masyarakat melalui aksi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan mereka.
Di tengah kegiatan, tampak beberapa anak berusaha menenangkan diri. Sebagian menatap sekeliling dengan rasa penasaran, sebagian lain menggenggam erat sarung yang dibawa dari rumah. Orang tua mereka tak henti-hentinya memberi dukungan dan doa.
Momen-momen sederhana itu justru menghadirkan makna besar: tentang cinta orang tua, tentang keberanian seorang anak, dan tentang hadirnya negara melalui institusi Polri dalam sisi yang paling manusiawi.
Kapolres pun berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar, serta seluruh peserta diberikan kemudahan dan kesembuhan.
“Semoga seluruh anak-anak yang mengikuti sunat gratis ini diberikan kemudahan, kesehatan, dan segera pulih sehingga dapat kembali beraktivitas seperti biasa. Inilah salah satu bentuk pengabdian Polri kepada masyarakat,” tuturnya.
Hari Bhayangkara ke-80 di Soppeng akhirnya tak hanya diperingati dengan upacara dan simbol seremonial. Ia menjelma menjadi senyum anak-anak, lega para orang tua, serta doa-doa yang mengalir lirih dari hati yang bersyukur.
Di sanalah makna pengabdian menemukan bentuknya yang paling indah, ketika institusi negara hadir bukan sekadar sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat.
Sebab pada akhirnya, kekuatan sejati bukan hanya terletak pada ketegasan, melainkan juga pada kelembutan hati untuk melayani.
Polri untuk Masyarakat, bukan sekadar slogan, tetapi pengabdian yang benar-benar dirasakan.






