Mengalirkan Nafas dalam Sunyi: Sajadah Kemanusiaan AKP H. Husain Melalui 101 Tetes Darah

KESEHATAN10 Dilihat

Keterangan Gambar:

WAKIL KEMANUSIAAN: Kasi Humas Polres Soppeng, AKP H. Husain, S.Sos., S.H., M.H. (kanan), memegang Piagam Penghargaan bersama pejabat daerah pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Soppeng. Penghargaan ini diberikan atas dedikasi mulianya melakukan donor darah sukarela sebanyak 101 kali, yang kini mengantarkannya sebagai kandidat penerima penghargaan dari Presiden Republik Indonesia. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)

Penulis: Andi Okkeng
Editor: Alimuddin

SOPPENG, SUARA PALAPA — Di balik ketegasan seragam cokelat Bhayangkara, terdapat sebuah lorong pengabdian yang sunyi namun sarat akan nilai spiritual. Bagi sebagian orang, menjaga keamanan adalah tentang patroli dan penegakan hukum. Namun bagi AKP H. Husain, S.Sos., S.H., M.H., mengabdi adalah tentang memberikan bagian dari tubuhnya sendiri agar detak jantung sesama yang sedang meredup dapat kembali berdegup.

Napas kemanusiaan itu mulai diembuskan Kasi Humas Polres Soppeng ini sejak tahun 2012. Sebuah awal perjalanan panjang yang barangkali tak pernah ia duga akan melangkah sejauh ini. Menatap jarum donor dan kantong-kantong kosong yang siap menampung kehidupan, Husain meyakini bahwa setetes darah yang mengalir dari nadinya adalah bentuk syukur terbaik kepada Sang Maha Pencipta atas nikmat kesehatan yang dititipkan kepadanya.

Empat belas tahun meniti jalan sunyi ini, angka bukan lagi sekadar urutan matematika. Angka 101, jumlah kali ia mendonorkan darah secara sukarela di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Makassar, adalah saksi bisu dari ratusan harapan hidup yang berhasil disambung kembali. Di wilayah hukum Polda Sulawesi Selatan, namanya kini mengangkasa sebagai oase kemanusiaan dari unsur Polri yang mampu menembus angka donor hingga ratusan kali.

“Tangan kanan memberi, tangan kiri tak perlu tahu.” Filosofi keikhlasan inilah yang melandasi setiap langkah Husain. Ia tak pernah mengenal siapa saja yang menyerap darahnya di ruang-ruang rumah sakit yang dingin, namun ia tahu, ada doa yang terjawab di sana.

Keluhuran budi budiman laksana mutiara di dasar laut; ia akan tetap berkilau meski berada dalam kedalaman. Konsistensi Husain akhirnya membuahkan penghormatan yang bermartabat. Dalam sebuah momentum khidmat yang bertepatan dengan suasana penuh berkah, Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., menyerahkan Piagam Penghargaan atas dedikasi luar biasa tersebut.

Menuju Gerbang Penghargaan Tertinggi Presiden

Apresiasi ini tidak berhenti di tingkat daerah. Kabar baik yang mengetuk pintu hati datang dari PMI Kota Makassar, yang secara resmi telah mengusulkan nama AKP H. Husain ke Istana Negara untuk menerima tanda kehormatan tertinggi langsung dari Presiden Republik Indonesia, sebuah anugerah sakral bagi para pejuang kemanusiaan yang telah mendonorkan darahnya lebih dari 100 kali.

Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, tak mampu menyembunyikan rasa takzim dan bangganya yang mendalam saat merefleksikan tindakan sang bawahan.

“Donor darah adalah bentuk pengabdian yang sangat mulia karena setiap tetes darah yang disumbangkan dapat menjadi harapan hidup bagi orang lain. Kami bangga atas dedikasi AKP H. Husain yang telah mendonorkan darahnya sebanyak 101 kali,” tutur AKBP Aditya dengan nada penuh wibawa.

Kapoleres menambahkan bahwa langkah Husain bukan sekadar prestasi individu, melainkan sebuah suluh yang diharapkan mampu menerangi jiwa personel Polri lainnya serta masyarakat luas untuk merawat semangat berbagi.

“Kami juga berharap usulan penghargaan dari Presiden Republik Indonesia dapat terwujud sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian luhur beliau di bidang kemanusiaan,” kuncinya.

Di usia Korps Bhayangkara yang kini menapak ke-80 tahun pada 2026, panji tema “Polri untuk Masyarakat” seolah menemukan ruhnya yang paling sejati pada diri AKP H. Husain. Ia berhasil membuktikan bahwa martabat sejati seorang abdi negara tidak hanya diukur dari garis kepangkatan di pundak, melainkan dari seberapa besar kemaslahatan hidup yang mampu ia alirkan untuk sesama manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *