Dari Jalan Raya ke Pelosok Warga, Polres Soppeng Menebar Kasih dan Kepedulian

POLRI11 Dilihat

Keterangan Gambar:

Personel Sat Lantas Polres Soppeng yang dipimpin Kasat Lantas IPTU Asdar, S.Sos., menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada anak yatim dan warga kurang mampu di BTN Tompo Tobani, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Jumat (19/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sebagai wujud kepedulian dan pengabdian Polri kepada masyarakat.

Oleh: Chemank Farel

SOPPENG — Di tengah hamparan hijau ladang jagung dan rumah-rumah sederhana yang berdiri teduh di sudut Kabupaten Soppeng, hadir sebuah pemandangan yang menghangatkan hati pada Jumat pagi, 19 Juni 2026. Sejumlah personel Satuan Lalu Lintas Polres Soppeng tidak sedang mengatur arus kendaraan atau melakukan penindakan di jalan raya. Mereka datang membawa sesuatu yang lebih berharga: kepedulian.

Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Sat Lantas Polres Soppeng menggelar bakti sosial melalui kegiatan anjangsana dan pemberian tali asih kepada anak yatim serta warga kurang mampu di BTN Tompo Tobani, Kecamatan Lalabata. Dipimpin langsung Kasat Lantas Polres Soppeng, IPTU Asdar, S.Sos., kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan hari lahir Kepolisian Republik Indonesia yang tahun ini mengusung semangat pengabdian kepada masyarakat.

Di sebuah rumah sederhana yang menjadi saksi kehidupan sehari-hari warga, bantuan berupa paket sembako diserahkan dengan penuh kehangatan. Tidak ada sekat antara aparat dan masyarakat. Yang tampak hanyalah senyum, sapaan tulus, serta rasa syukur yang menyatu dalam suasana kekeluargaan.

Momentum itu mengingatkan bahwa tugas kepolisian tidak hanya hadir dalam penegakan hukum dan menjaga ketertiban lalu lintas. Lebih dari itu, Polri juga hadir sebagai bagian dari masyarakat yang turut merasakan denyut kehidupan rakyat, mendengar harapan mereka, serta berupaya meringankan beban yang dipikul oleh mereka yang membutuhkan uluran tangan.

Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., menegaskan bahwa bakti sosial merupakan implementasi nyata dari nilai-nilai yang terkandung dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Kehadiran Polri, menurutnya, harus mampu memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Semangat tersebut tercermin dalam setiap paket bantuan yang diserahkan. Nilainya mungkin tidak dapat menyelesaikan seluruh persoalan kehidupan, namun makna yang dibawanya jauh lebih besar: pesan bahwa negara hadir melalui institusi kepolisian untuk berbagi, memperhatikan, dan merawat kebersamaan.

Bagi IPTU Asdar dan jajaran Sat Lantas Polres Soppeng, kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Di balik bakti sosial itu tersimpan komitmen untuk terus membangun kedekatan emosional dengan masyarakat. Sebuah ikhtiar sederhana agar kehadiran polisi tidak hanya dikenal melalui peluit dan lampu rotator, tetapi juga melalui sentuhan kemanusiaan yang menumbuhkan rasa percaya.

Pada usia ke-80 tahun pengabdiannya kepada bangsa, Polri terus berupaya meneguhkan jati dirinya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Dan di sudut kecil Kabupaten Soppeng pagi itu, pengabdian tersebut menemukan maknanya dalam senyum seorang anak yatim, dalam rasa syukur warga penerima bantuan, serta dalam tangan-tangan berseragam yang memilih untuk berbagi.

Karena pada akhirnya, kekuatan sebuah institusi tidak hanya diukur dari kewenangannya, melainkan juga dari kemampuannya menghadirkan harapan bagi mereka yang paling membutuhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *