Ketika Kasih Menyapa di Rumah Tuhan: Merawat Persaudaraan dan Kedamaian di Bumi Soppeng

POLRI18 Dilihat

Keterangan Gambar:

Wakapolres Soppeng bersama jajaran Pejabat Utama saat melaksanakan kegiatan Minggu Kasih di Gereja Panta Costa, Lappa Cabbu, Kabupaten Soppeng, sebagai wujud nyata merawat toleransi dan kedekatan humanis dengan umat Kristiani. (Foto: Dokumentasi Polres Soppeng)

FEATURE PALAPA Kisah Kemanusiaan di Balik Fakta

Oleh: Hasanuddin Tinco

SUARA PALAPA, SOPPENG — Di bawah langit Soppeng yang tenang, manakala mentari merayap hangat menyapa bumi Lappa Cabbu, sebuah pemandangan menyejukkan terukir di dalam kesunyian bilik-bilik doa Gereja Panta Costa. Hari itu, Minggu, 1 November 2026, waktu seolah memperlambat detaknya, memberi ruang bagi sebuah perjumpaan yang melampaui sekat-sekat perbedaan. Langkah kaki jajaran kepolisian dari Polres Soppeng, yang dipimpin langsung oleh Wakapolres bersama para Pejabat Utama (PJU), menapaki lantai gereja bukan dengan derap ketegasan tugas pengamanan semata, melainkan dengan kelembutan niat untuk bersimpuh dalam kasih persaudaraan.

Di ruang ibadah yang dinaungi kedamaian itu, mimbar-mimbar doa mendengarkan bisikan universal tentang kemanusiaan. Polri hadir bukan sekadar sebagai penjaga ketertiban hukum, melainkan sebagai sesama musafir di bumi yang merindukan keharmonisan. Kegiatan “Minggu Kasih” yang digelar hari itu menjelma menjadi sebuah oase—tempat bertemunya asa umat Kristiani dengan uluran tangan hangat aparat kepolisian yang datang membawa senyum dan ketulusan.

Di balik seragam dinas yang melekat, tersimpan sebuah nurani yang memahami bahwa kedamaian sejati tidak lahir dari titah kekuasaan, melainkan tumbuh dari benih-benih saling menghormati yang disiram setiap hari. Dalam ruang dialog yang terbuka, keluh kesah dan aspirasi umat didengarkan dengan seksama, menyatukan hati dalam sebuah simfoni kerukunan yang telah lama bersemi di tanah Soppeng.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., melalui pesan moral yang disampaikan jajarannya, mengingatkan bahwa merawat kerukunan antarumat beragama adalah panggilan jiwa yang luhur.

“Polri hadir untuk seluruh masyarakat tanpa memandang perbedaan agama, suku, maupun golongan. Kami ingin memastikan bahwa setiap warga dapat menjalankan aktivitas, termasuk beribadah, dengan tenang dan penuh rasa nyaman. Kerukunan yang telah terbangun harus terus kita rawat melalui sikap saling menghormati dan menghargai,” demikian pesan mendalam yang disuarakan dari lubuk hati institusi kepolisian.

Pesan tersebut menegaskan bahwa perbedaan keyakinan bukanlah tembok yang memisahkan, melainkan pelangi yang memperindah lukisan sosial di Kabupaten Soppeng. Ketika aparat kepolisian duduk berdampingan bersama jemaat gereja, sekat-sekat formalitas luntur, menyisakan kehangatan batin bahwa setiap insan di muka bumi ini berhak atas ketenangan dan rasa aman.

Sebab pada akhirnya, catatan hari ini di Lappa Cabbu mengajarkan kita sebuah renungan sunyi: bahwa kemanusiaan yang paling sejati adalah ketika kita mampu melihat wajah Tuhan di dalam diri setiap sesama, merangkul perbedaan dalam dekapan kasih sayang, dan berjalan bersama menuju hari esok yang damai di bawah naungan nurani yang benderang.

PALAPA MEDIA GROUP (PMG) Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *