Menyingkap Abu di Pasar Batu-Batu: Menghadirkan Terang, Merawat Harapan di Atas Puing Kemanusiaan

EDITORIAL42 Dilihat

Keterangan Gambar:

Tim Labfor Polda Sulsel bersama Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto dan jajaran meninjau langsung sisa bangunan yang ludes terbakar saat melaksanakan olah TKP di lokasi Pasar Batu-Batu, Kecamatan Marioriawa, Minggu (25/10/2026). (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)

PALAPA MEDIA GROUP (PMG) Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

EDITORIAL PALAPA Suara Nurani Redaksi

SUARA PALAPA, SOPPENG — Di bawah langit Soppeng yang menyimpan duka dan tanya, sisa-sisa arang dan kerangka seng yang meliuk-liuk menjadi saksi bisu atas amukan si jago merah yang meluluhlantakkan Pasar Batu-Batu. Reruntuhan itu bukan sekadar tumpukan material yang kehilangan bentuk, melainkan himpunan peluh, asa, dan denyut nadi penghidupan ratusan jiwa yang kini sejenak terhenti.

Minggu sore, 25 Oktober 2026, tatkala mentari perlahan condong ke barat, sebuah ikhtiar benderang ditegakkan. Polres Soppeng bersama Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sulawesi Selatan melangkah ke titik nol tragedi di Kelurahan Manorang Salo, Kecamatan Marioriawa, bukan sekadar untuk menatap sisa kehancuran, melainkan untuk merajut kembali kebenaran yang tersembunyi di balik pekatnya jelaga.

Olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dipimpin oleh Kasubdit Fisika Komputer Forensik Bidlabfor Polda Sulsel, AKBP Wiji Purnomo, S.T., M.H., bersama Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., serta jajaran pejabat utama dan Kapolsek Marioriawa, dihadiri pula oleh pimpinan daerah dengan penuh empati. Tampak hadir merangkul duka warga, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Soppeng H. Naspidin, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Soppeng Muhammad Taufan, Plt. Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Jumiar, S.T., M.M., Camat Marioriawa A. Massalangka Raya, S.Si., hingga Koordinator Pasar Batu-Batu Japri, S.Sos. Kehadiran lintas sektoral ini menyuratkan satu pesan: musibah ini adalah luka kita bersama, dan negara hadir merawatnya dengan ketulusan.

Langkah-langkah saintifik yang digerakkan oleh Tim Labfor—menyisir reruntuhan, mengurai serpihan, dan mengumpulkan barang bukti—merupakan bentuk penghormatan tertinggi pada keadilan. Ini adalah kerja sunyi ilmu pengetahuan yang menolak bersandar pada prasangka, demi menemukan jawaban sejati atas apa yang sesungguhnya terjadi.

“Penanganan peristiwa ini tidak boleh didasarkan pada dugaan semata. Kami bersama Tim Labfor Polda Sulsel berupaya mengungkap penyebab kebakaran melalui pemeriksaan secara ilmiah dan pengumpulan bukti yang relevan. Kami ingin memastikan setiap tahapan penyelidikan berjalan profesional, sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan hukum,” tutur Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto dengan ketegasan yang menenangkan.

Lebih dari sekadar prosedur penegakan hukum, apa yang tergelar di puing-puing Pasar Batu-Batu adalah wujud nyata dari kehadiran negara di tengah remuk redahnya hati rakyat. Perdagangan boleh terhenti, bilik-bilik kios boleh rata dengan tanah, namun nurani kemanusiaan tidak boleh ikut padam. Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan segenap elemen masyarakat adalah pelita di tengah gulita, menuntun langkah warga untuk bangkit kembali menatap hari esok.

Sebab pada akhirnya, di balik setiap penyelidikan yang objektif dan transparan, tersimpan sebuah janji moral: bahwa setiap air mata yang tumpah di atas abu musibah ini tidak akan pernah dibiarkan sia-sia.

Di atas abu yang mendingin, kebenaran ditegakkan agar asa kembali bersemi. Karena di setiap reruntuhan yang sunyi, selalu ada tangan-tangan tulus yang siap merajut kembali mimpi-mimpi yang sempat tercerabut oleh api.

PALAPA MEDIA GROUP (PMG) Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani.

Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *