Menjaga Nadi Kemanusiaan di Desa Laringgi: Ketika Tugas Pengabdian Bertemu Ketulusan Nurani

EDITORIAL34 Dilihat

Keterangan Gambar: Bhabinkamtibmas Polsek Marioriawa AIPTU Ibrahim bersama Babinsa, Kepala Desa, dan warga Desa Laringgi bergotong royong memantau serta menumbangkan batang pohon mati demi menyelematkan keselamatan warga dan lingkungan sekolah. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)

EDITORIAL PALAPA

Suara Nurani Redaksi

PALAPA MEDIA GROUP (PMG) Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

SUARA PALAPA, SOPPENG — Di balik hembusan angin yang menyapa lembut pepohonan Desa Laringgi, Kabupaten Soppeng, tersimpan pelajaran berharga tentang hakikat perlindungan dan rasa kasih sayang. Sebuah pohon tua yang telah mati berdisi rapuh di tepi jalan. Batang kayu kering itu tak lagi mengalirkan kehidupan, melainkan menyimpan bayang-bayang kerawanan yang dapat menimpa anak-anak di sekolah atau warga di hunian mereka sewaktu-waktu.

Menyadari bahwa menjaga keselamatan jiwa adalah wujud ibadah teragung, Bhabinkamtibmas Desa Laringgi dan Desa Bulue Polsek Marioriawa, AIPTU Ibrahim, melangkahkan kaki bersama Babinsa, Kepala Desa Laringgi, serta warga setempat. Pada Rabu, 14 Oktober 2026, dengan jemari yang saling menopang dan niat yang tulus, mereka bekerja sama merubuhkan potensi bahaya tersebut sebelum berubah menjadi penderitaan.

Penebangan pohon mati ini bukan sekadar rutinitas penanggulangan risiko kewilayahan, melainkan sebentuk kesadaran nurani. Bahwa pengayoman tertinggi tidak selalu lahir dari ketegangan penegakan hukum, melainkan dari kepekaan nurani melayani serta melindungi helai demi helai nafas kehidupan warga.

Melalui sinergi indah antara aparat kewilayahan dan warga desa, hadir keteladanan gotong royong yang kian langka. Kehadiran Polri di tengah ladang dan pemukiman warga menjadi penanda hangat bahwa keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi yang harus dijaga dengan ketulusan hati.

Kapolres Soppeng, AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi mendalam atas langkah proaktif dan humanis personelnya di lapangan:

“Keselamatan masyarakat adalah amanah yang harus kita jaga bersama. Kami senantiasa mendorong seluruh personel untuk memiliki mata yang peka dan hati yang bergetar melihat potensi bahaya di wilayah binaannya. Kehadiran Polri bukan hanya soal menjaga ketertiban, melainkan hadir secara nyata memberikan kemanfaatan serta perlindungan bagi jiwa dan raga warga,” tutur Kapolres penuh penekanan.

Ia menambahkan, ikatan silaturahmi dan budaya gotong royong antara aparat serta masyarakat adalah benteng utama dalam mewujudkan lingkungan yang aman, tenteram, dan penuh ketenangan.

Di bawah naungan langit Soppeng yang teduh, kegiatan penebangan pohon tersebut selesai dengan aman, damai, dan penuh kekeluargaan.

Renungan Nurani (Penutup):

Pohon yang lapuk mungkin telah kehilangan daun dan kehidupannya, namun nurani manusia tak boleh ikut mati menghadapi bahaya yang mengintai sesama. Ketika nalar kewaspadaan bertaut erat dengan kasih dan empati, di situlah rasa aman sejati bertunas dan bersemi di bumi pertiwi.

Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *