Ketika Air Menjadi Harapan, Polres Soppeng Hadir di Desa Parenring

POLRI64 Dilihat

Keterangan Gambar:
Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., bersama personel membantu proses penyaluran air bersih bagi warga Desa Parenring, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, Jumat (2/10/2026). (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)

PALAPA MEDIA GROUP (PMG)
Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

ESSAY PALAPA
Nurani Redaksi di Atas Fakta

Oleh: Idris

SUARA PALAPA, SOPPENG — Ada kebutuhan manusia yang sering baru terasa nilainya ketika ia sulit didapatkan. Air adalah salah satunya.

Di tengah keseharian masyarakat Desa Parenring, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, air bersih bukan sekadar sesuatu yang mengalir dari keran. Ia adalah bagian dari kehidupan—untuk minum, memasak, membersihkan diri, dan menjaga keluarga tetap sehat.

Ketika akses terhadap air bersih mengalami keterbatasan, kehadiran bantuan menjadi lebih dari sekadar pemberian. Di dalamnya ada perhatian, ada kepedulian, dan ada pesan sederhana bahwa masyarakat tidak berjalan sendirian menghadapi kesulitannya.

Pesan itu hadir melalui Polres Soppeng yang menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Parenring, Jumat (2/10/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) dan personel Polres Soppeng.

Air bersih disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama warga yang mengalami keterbatasan akses terhadap sumber air bersih.

Personel kepolisian tidak hanya mengantarkan bantuan. Mereka turut membantu proses pendistribusian kepada masyarakat.

Di situlah sebuah bantuan menemukan maknanya.

Sebab kepedulian tidak selalu harus hadir dalam bentuk yang besar. Kadang ia datang melalui sesuatu yang sangat sederhana: beberapa wadah air yang diisi, tangan yang membantu mengangkat, dan langkah yang mendekat kepada warga.

Kapolres Soppeng mengatakan, pemenuhan kebutuhan air bersih merupakan persoalan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Karena itu, Polri berupaya hadir ketika warga membutuhkan dukungan, sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

“Air bersih merupakan kebutuhan mendasar bagi setiap keluarga. Ketika masyarakat menghadapi keterbatasan dalam mendapatkannya, kami berupaya hadir untuk membantu sesuai dengan kemampuan yang kami miliki. Bantuan ini mungkin sederhana, tetapi kami berharap dapat meringankan kebutuhan warga dan memberikan manfaat secara langsung,” ujar Kapolres.

Pernyataan itu menempatkan bantuan air bersih bukan semata sebagai sebuah kegiatan, tetapi sebagai bentuk perhatian terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah hukum Polres Soppeng.

Menurut Kapolres, kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan tugas penegakan hukum. Pada keadaan tertentu, polisi juga dapat hadir melalui kepedulian dan bantuan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan warga.

“Polri tidak hanya hadir ketika menjalankan tugas penegakan hukum. Kami juga ingin hadir dalam situasi ketika masyarakat membutuhkan perhatian dan bantuan. Semoga air bersih yang kami salurkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh warga,” tambahnya.

Kapolres juga mengajak seluruh personel untuk terus membangun komunikasi dengan masyarakat serta memiliki kepekaan terhadap kondisi yang berkembang di lingkungan sekitar.

Ajakan itu menjadi penting, sebab hubungan antara aparat dan masyarakat tidak hanya dibangun melalui aturan dan kewajiban. Ia juga tumbuh dari komunikasi, perhatian, dan kesediaan untuk melihat persoalan warga dari jarak yang lebih dekat.

Di Desa Parenring, air yang mengalir dari tangki bantuan mungkin akan habis setelah digunakan.

Namun, makna dari sebuah kepedulian tidak berhenti bersama habisnya air.

Ada keluarga yang terbantu. Ada kebutuhan sehari-hari yang sedikit lebih ringan. Ada pula rasa bahwa di tengah keterbatasan, masih ada tangan yang datang membawa pertolongan.

Barangkali begitulah cara sederhana kemanusiaan bekerja.

Ia tidak selalu datang dengan suara yang keras. Kadang ia hadir dalam diam—mengisi sebuah wadah, memenuhi kebutuhan, lalu pergi tanpa banyak kata.

Dan pada akhirnya, setiap kebaikan mengajarkan sesuatu kepada kita: bahwa kehidupan menjadi lebih berarti ketika manusia tidak hanya memikirkan dirinya sendiri.

Sebab air adalah sumber kehidupan. Tetapi kepedulian adalah salah satu cara manusia menjaga kehidupan itu tetap bermartabat.

Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *