Menyemai Nurani dan Kasih Sayang di Sanubari Tunas Bangsa

POLRI21 Dilihat

Keterangan Gambar:

Kasat Binmas Polres Soppeng merangkul hangat murid-murid SDN 29 Cenrana, menghadirkan wajah kepolisian yang humanis, mengayomi, dan penuh ketulusan. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)

PALAPA MEDIA GROUP Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

TAJUK RENCANA PALAPA Suara Resmi Redaksi

SUARA PALAPA, SOPPENG — Anak-anak adalah titipan suci Sang Maha Pencipta, kanvas jernih tempat masa depan bangsa dilukiskan. Di balik ketulusan tatap mata dan kepolosan senyum mereka, tersimpan amanah besar yang kelak memakmurkan bumi pertiwi. Namun, di era yang kian bergejolak, kanvas suci itu rentan tergores oleh dinginnya perundungan (bullying) dan kerasnya lingkungan.

Kesadaran spiritual dan kemanusiaan inilah yang melandasi langkah jajaran Satuan Binmas Polres Soppeng saat menapak di SDN 29 Cenrana, Kelurahan Salokaraja, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, pada Kamis, 24 September 2026. Dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Iptu Andri Hermansyah, S.Sos., M.Si., bersama jajaran Kanit dan perwira Binmas, program Police Goes to School hadir bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan wujud nyata pengayoman jiwa.

Edukasi pencegahan perundungan, keselamatan berlalu lintas, hingga kewaspadaan bahaya kebakaran di tengah teriknya musim kemarau disampaikan dengan tutur kata yang santun dan meresap ke sanubari para siswa. Sebagaimana ditegaskan Kapolres Soppeng, AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., pembinaan karakter sejak dini adalah fondasi membangun peradaban yang saling menghormati.

PANDANGAN REDAKSI PALAPA

Mengayomi Jiwa, Menjaga Amanah Ilahi

Redaksi Palapa memandang bahwa langkah Sat Binmas Polres Soppeng menembus ruang-ruang kelas sekolah dasar adalah sebuah terobosan nurani yang patut diapresiasi tinggi. Sekolah seyogianya menjadi benteng penyemaian karakter, bukan arena di mana jiwa-jiwa mungil terluka oleh perundungan.

Dalam kacamata Redaksi, ada tiga pilar utama yang menjadikan kegiatan ini memiliki kedalaman makna:

  1. Restorasi Harkat Kemanusiaan (Merangkul, Bukan Memukul): Kehadiran personel kepolisian di tengah murid-murid sekolah dasar mengikis stigma kaku institusi penegak hukum. Ketika polisi hadir dengan senyum dan kehangatan, hukum tidak lagi dipahami sebagai ancaman, melainkan sebagai pelindung dan pengayom kehidupan.
  2. Pencegahan Perundungan sebagai Tanggung Jawab Moral & Religius: Perundungan bukan sekadar pelanggaran tata tertib sekolah, melainkan tindakan yang melukai martabat kemanusiaan dan merusak amanah Allah SWT. Mendidik anak untuk saling menyayangi adalah bagian dari penanaman nilai Akhlakul Karimah yang menjadi benteng pertahanan moral bangsa.
  3. Kesadaran Lingkungan sebagai Wujud Ibadah: Mengedukasi potensi kebakaran di musim kemarau kepada generasi muda mengajarkan nilai tanggung jawab sosial. Menjaga lingkungan dari bahaya bencana adalah wujud rasa syukur atas alam ciptaan-Nya.

Langkah Polres Soppeng telah membuktikan bahwa kejahatan dan ketertiban tidak hanya ditangani di jalanan atau di meja penyidikan, tetapi diselesaikan dari hulu: di dalam hati dan pikiran anak-anak kita.

Ketika aparat kepolisian merangkul tunas bangsa dengan kelembutan nurani, kita sedang melihat harapan nyata bagi Indonesia yang lebih beradab, berkeadilan, dan dipenuhi kasih sayang Ilahi.

Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *