Menjaga Kedamaian Negeri, Menjaga Amanah Ilahi: Dedikasi Kesigapan Personel Polres Soppeng

POLRI73 Dilihat

Keterangan Gambar: Kasat Samapta Polres Soppeng IPTU Rusdi Salam, S.Sos., memberikan arahan dan pembekalan teknis kepada barisan personel sebelum memulai latihan Pengendalian Massa (Dalmas) di halaman Mapolres Soppeng. (Foto: Dok. Humas Polres Soppeng)

PALAPA MEDIA GROUP (PMG) Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

ESSAY PALAPA Refleksi Nurani di Atas Fakta

Oleh: Syukur Mariorante Katalawala

SUARA PALAPA, SOPPENG — Pagi belum sepenuhnya beranjak mengikis embun ketika derap langkah dan keheningan ketertiban menyatu di lingkungan Mapolres Soppeng. Di bawah naungan langit Selasa (22/9/2026) yang teduh, tugas kepolisian bukan sekadar urusan menegakkan aturan di atas kertas, melainkan wujud pengabdian tulus untuk memelihara kedamaian di tengah kehidupan masyarakat.

Sekitar pukul 08.15 WITA, sebanyak 55 personel berbaris rapi. Mereka merapatkan shaf pengabdian, menyatukan ikhtiar, dan mengasah kesiapan diri melalui Latihan Pengendalian Massa (Dalmas). Dipimpin langsung oleh Kasat Samapta Polres Soppeng IPTU Rusdi Salam, S.Sos., serta didampingi dua pelatih penuh dedikasi, Aiptu Muh. Ishak dan Aiptu Sudirman, latihan ini diselenggarakan bukan untuk menumbuhkan superioritas, melainkan memupuk kesabaran dan profesionalisme saat menghadapi dinamika di lapangan.

Dalam ketertiban formasi, para personel kembali memantapkan gerakan dasar Dalmas awal hingga Dalmas lanjut. Setiap langkah, gerak, dan pemahaman fungsi peleton dihayati secara mendalam. Di sana, disiplin diajarkan bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk melatih ketenangan jiwa agar senantiasa terukur dan berorientasi pada kemanusiaan.

Kapolres Soppeng, AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa latihan yang berkesinambungan adalah bagian dari ikhtiar menjaga integritas dan kesiapsiagaan diri sebagai Pelindung, Pengayom, dan Pelayan Masyarakat.

“Kemampuan Dalmas tidak hanya dibentuk melalui pemahaman teori, tetapi harus terus diasah melalui latihan yang teratur. Setiap personel harus memahami posisi, tugas, dan tanggung jawabnya dalam formasi agar dapat bertindak secara disiplin, terukur, dan sesuai prosedur,” tegas AKBP Hari Budiyanto.

Bagi kepolisian di Bumi Latemmamala, kedisiplinan dan kekompakan bukan sekadar tuntutan profesi, melainkan ikatan nilai yang religius—sebuah amanah untuk memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga dalam bingkai kedamaian dan rasa saling menghargai.

Kapolres juga berpesan agar latihan ini dipandang sebagai refleksi bersama untuk mengevaluasi kekompakan, ketepatan gerak, serta rasa saling percaya antarpersonel.

“Latihan ini harus menjadi bekal untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Yang utama adalah kekompakan, kedisiplinan, dan kemampuan menjalankan tugas sesuai peran masing-masing, sehingga ketika dibutuhkan, personel mampu melaksanakan tugas dengan baik dan tetap mengedepankan tindakan yang terukur,” tambah Kapolres.

Seluruh rangkaian latihan berlangsung hingga selesai dengan suasana aman, tertib, dan penuh ketenangan. Di balik perisai dan ketegasan sikap para prajurit pengayom ini, terpatri tekad mendalam: menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan menjalankan tugas sebagai bagian dari ibadah serta pengabdian bagi bangsa dan Tanah Air.

Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *