Malam Sunyi di Balik Jeruji Watansoppeng: Saat Sinergi dan Humanisme Menjaga Asa Warga Binaan

TNI-POLRI9 Dilihat

Keterangan Gambar:

Sinergi Pengamanan: Petugas gabungan TNI, Polri, dan Rutan saat menyisir blok hunian (atas) serta menginventarisir barang-barang hasil penertiban di Rutan Kelas IIB Watansoppeng (bawah), Senin (21/9/2026) malam. (Foto: Dok. Humas Polres Soppeng)

PALAPA MEDIA GROUP Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

BERITA PALAPA Fakta Cepat, Akurat, dan Berimbang

Oleh: Syamsuddin Andy

SUARA PALAPA, SOPPENG – Jam dinding menunjukkan pukul 19.30 WITA ketika derap langkah aparat gabungan memecah kesunyian malam di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Watansoppeng, Senin (21/9/2026). Malam itu, suasana rutan tidak seperti biasanya. Puluhan personel dari Polres Soppeng, TNI, dan petugas pemasyarakatan berdiri berjejer, siap menjalankan tugas pengamanan dan pemeriksaan blok hunian warga binaan.

Langkah ini bukan sekadar rutinitas penegakan aturan, melainkan bentuk ikhtiar bersama dalam menjaga ruang hidup yang aman, tertib, dan kondusif bagi mereka yang sedang menjalani masa pembinaan.

Berdasarkan Surat Perintah Kapolres Soppeng Nomor: Sprin/606/IX/Pam.3/2026, pemeriksaan menyisir satu per satu lorong dan kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Meski melibat personel berseragam lengkap, suasana pemeriksaan tetap berlangsung sejuk. Tidak ada kesan menakutkan; petunjuk dan arahan disampaikan secara santun, mencerminkan ketegasan yang berpadu dengan ketertiban.

Di balik barisan petugas yang sigap, Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kehadiran jajarannya merupakan wujud komitmen menjaga sinergi lintas instansi demi stabilitas wilayah.

“Kami memastikan personel yang ditugaskan menjalankan tanggung jawabnya secara disiplin dan sesuai prosedur. Sinergi antara kepolisian dan pihak Rutan perlu terus dijaga, khususnya dalam mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang aman dan tertib,” ujar AKBP Hari Budiyanto.

Bagi AKBP Hari, tindakan penertiban di dalam rutan harus dipandang dari kacamata kemanusiaan. Prosedur tetap dijunjung tinggi, tetapi penghormatan terhadap martabat warga binaan adalah hal yang tak boleh ditawar.

“Yang paling utama adalah bagaimana seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan tertib, tanpa mengabaikan prosedur dan tanggung jawab masing-masing pihak,” tambahnya dengan senyum ramah.

Di atas sebuah meja kayu bertuliskan Pos 3 Rutan Watansoppeng, sejumlah barang yang tak semestinya berada di dalam kamar hunian dikumpulkan rapi oleh petugas. Korek gas, barang dari besi, hingga peralatan berbahan kaca dipilah satu per satu. Langkah preventif ini dilakukan demi keselamatan bersama, menghindarkan warga binaan dari potensi bahaya yang tidak diinginkan.

Hingga jarum jam menunjuk angka 21.30 WITA, razia gabungan tersebut usai. Seluruh lorong kembali tenang, dan pintu-pintu blok terkunci rapat dalam keadaan aman dan terkendali. Malam itu, Rutan Watansoppeng tidak hanya menyaksikan ketegasan aparat dalam menjaga ketertiban, tetapi juga pembuktian bahwa penegakan hukum bisa berjalan selaras dengan rasa hormat pada kemanusiaan.

Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *