Ketika Identitas Beralih ke Layar, Tertib Administrasi Tetap Dijaga

TAJUK RENCANA8 Dilihat

Keterangan Gambar:

Personel Polres Soppeng mengikuti proses pendaftaran dan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang dilayani petugas Dukcapil Kabupaten Soppeng, Selasa (29/9/2026). (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)

PALAPA MEDIA GROUP (PMG)
Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

TAJUK RENCANA PALAPA

Suara Resmi Redaksi

SUARA PALAPA, SOPPENG — Ada sesuatu yang perlahan berubah dalam cara manusia mengenali dirinya sendiri.

Jika dahulu identitas tersimpan dalam lembar-lembar dokumen yang harus dijaga, kini sebagian layanan kependudukan mulai hadir melalui layar telepon seluler. Teknologi datang membawa kemudahan. Tetapi di balik kemudahan itu, tetap ada satu hal yang tidak boleh berubah: ketertiban.

Hal itulah yang terlihat dalam kegiatan pendaftaran Identitas Kependudukan Digital (IKD) bagi personel Polres Soppeng, yang dilaksanakan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Soppeng, Selasa, 29 September 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelayanan administrasi kependudukan sekaligus pengenalan pemanfaatan IKD sebagai identitas kependudukan dalam bentuk digital.

IKD merupakan aplikasi yang memungkinkan dokumen dan informasi kependudukan tertentu diakses melalui perangkat telepon seluler. Kehadirannya memberi kemudahan dalam pelayanan administrasi, terutama ketika masyarakat tidak selalu harus membawa dokumen kependudukan dalam bentuk fisik.

Namun, digitalisasi sesungguhnya bukan sekadar perpindahan dokumen dari kertas menuju layar.

Di dalamnya terdapat tuntutan untuk semakin tertib dalam menjaga data, memahami penggunaannya, serta menggunakan layanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa pendaftaran IKD bagi personel merupakan bagian dari upaya tertib administrasi sekaligus mengikuti perkembangan pelayanan kependudukan berbasis digital.

“Ini merupakan layanan yang memberikan kemudahan bagi personel dalam mengakses identitas kependudukan secara digital. Saya berharap seluruh personel dapat mengikuti proses pendaftaran dengan baik dan menggunakan aplikasi tersebut sesuai dengan ketentuan,” ujar Kapolres.

Dalam kegiatan tersebut, personel memperoleh pelayanan langsung dari petugas Dukcapil Kabupaten Soppeng untuk menjalani proses pendaftaran dan aktivasi IKD.

Ada suasana yang sederhana di sana: petugas melayani, personel mengikuti tahapan, dan sebuah identitas perlahan berpindah ke ruang digital.

Tidak ada sesuatu yang tampak besar dari sebuah proses administrasi.

Tetapi justru dari hal-hal yang tampak kecil itulah tertib pemerintahan sering kali dibangun.

Administrasi kependudukan bukan semata urusan data. Ia menyangkut keberadaan seseorang dalam kehidupan bernegara—tentang siapa dirinya, bagaimana negara mengenal warganya, dan bagaimana hak-hak administratif dapat dilayani dengan lebih mudah.

Karena itu, kemudahan teknologi semestinya berjalan beriringan dengan kesadaran.

Cepat bukan berarti tergesa-gesa. Digital bukan berarti tanpa kehati-hatian. Dan kemudahan bukan berarti mengabaikan tanggung jawab.

Kapolres Soppeng juga menyampaikan apresiasi kepada Dukcapil Kabupaten Soppeng atas pelayanan yang diberikan kepada personel Polres Soppeng.

“Kami mengapresiasi Dukcapil Kabupaten Soppeng yang telah memberikan pelayanan langsung kepada personel. Sinergi seperti ini tentunya membantu dalam mewujudkan administrasi kependudukan yang tertib dan mudah diakses,” tuturnya.

Pada akhirnya, teknologi hanyalah alat.

Yang membuatnya bernilai adalah manusia yang menggunakannya dengan benar.

Sebab identitas bukan sekadar angka, nama, atau dokumen yang tersimpan di dalam sebuah aplikasi. Di balik setiap identitas ada manusia, ada keluarga, ada hak, ada tanggung jawab, dan ada martabat yang mesti dijaga.

Maka ketika identitas mulai beralih ke layar, semoga yang tidak pernah beralih adalah kesadaran untuk menjaga amanah.

Sebab kemajuan yang sejati bukan hanya ketika pelayanan menjadi semakin digital, melainkan ketika kemudahan itu tetap membawa manusia pada ketertiban, tanggung jawab, dan kemaslahatan.

Dan di situlah teknologi menemukan maknanya: bukan menggantikan manusia, melainkan membantu manusia menjalani kehidupannya dengan lebih tertib dan bermartabat.

Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *