Di Tengah Malam yang Berlari, Polisi Menjaga Keselamatan Warga

POLANTAS21 Dilihat

Keterangan Gambar:

Personel Satlantas Polres Soppeng mengatur arus lalu lintas saat pengamanan kegiatan Soppeng Berlari Night Run di wilayah Kecamatan Lalabata, Soppeng, Sabtu (26/9/2026) malam. Pengaturan dilakukan untuk menjaga keselamatan peserta sekaligus memastikan pengguna jalan lainnya tetap dapat beraktivitas dengan tertib.
(Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)

PALAPA MEDIA GROUP
Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

EDITORIAL PALAPA

Suara Nurani Redaksi

SUARA PALAPA, SOPPENG — Malam tidak selalu berarti berhentinya aktivitas. Di sebuah jalan yang diterangi lampu-lampu kota, langkah-langkah justru berlari. Ada semangat, ada kebersamaan, dan ada kegembiraan warga dalam sebuah kegiatan Soppeng Berlari Night Run.

Namun, ketika sebagian orang berlari mengejar sehat dan kebersamaan, sebagian lainnya berdiri di tepi jalan untuk memastikan semuanya tetap berjalan dengan aman.

Di sanalah tugas kepolisian menemukan maknanya.

Sabtu malam, 26 September 2026, Satuan Lalu Lintas Polres Soppeng melaksanakan pengamanan kegiatan Soppeng Berlari Night Run yang mengambil titik start dan finish di Villa Yuliana, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 19.00 Wita itu menggunakan sejumlah ruas jalan yang juga menjadi ruang bersama bagi masyarakat.

Karena itu, pengamanan lalu lintas bukan semata-mata soal mengatur kendaraan. Ada keselamatan peserta yang harus diperhatikan. Ada pengguna jalan yang tetap membutuhkan akses. Ada pula masyarakat yang beraktivitas di sepanjang jalur kegiatan.

Palapa memandang, di sinilah sebuah pelayanan publik seharusnya menemukan wajah kemanusiaannya.

Polisi tidak hanya hadir ketika hukum harus ditegakkan. Dalam ruang kehidupan sehari-hari, polisi juga hadir ketika masyarakat membutuhkan rasa aman agar dapat menjalankan aktivitasnya.

Personel Satlantas Polres Soppeng ditempatkan di sejumlah titik yang menjadi bagian dari jalur kegiatan. Pengaturan dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan serta menjaga agar pergerakan peserta dan kendaraan dapat berlangsung secara tertib.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan pengamanan kegiatan masyarakat merupakan bagian dari pelayanan kepolisian, terutama untuk memastikan aktivitas warga dapat berlangsung dengan tetap memperhatikan ketertiban dan keselamatan di jalan.

Menurutnya, personel diarahkan hadir pada titik-titik yang membutuhkan pengaturan lalu lintas sehingga kegiatan dapat berjalan tertib, sementara pengguna jalan lainnya tetap dapat beraktivitas dengan baik.

Kapolres juga menekankan agar personel melaksanakan tugas secara humanis, responsif, dan mengedepankan keselamatan dalam setiap pengaturan lalu lintas.

Pesan itu sederhana, tetapi sesungguhnya mengandung makna yang cukup dalam.

Sebab, menjaga ketertiban tidak selalu harus dilakukan dengan suara yang keras. Kadang, ketertiban justru lahir dari kesabaran seorang petugas yang berdiri di tengah jalan, memberi isyarat, memperlambat kendaraan, memberi ruang kepada peserta, lalu memastikan semuanya kembali bergerak dengan selamat.

Palapa menilai, wajah pelayanan seperti itulah yang penting untuk terus dirawat.

Sebab jalan raya bukan milik mereka yang berlari, bukan pula hanya milik mereka yang berkendara. Jalan adalah ruang bersama. Karena itu, setiap kegiatan yang menggunakan ruang publik semestinya mempertemukan kegembiraan masyarakat dengan tanggung jawab menjaga keselamatan bersama.

Di tengah gemerlap lampu kota dan derap langkah peserta Night Run, ada tangan-tangan yang bekerja dalam senyap.

Mereka mungkin tidak menjadi bagian dari sorak-sorai. Tidak pula berada di garis terdepan sebagai peserta. Namun, keberadaan mereka memastikan bahwa sebuah kegiatan masyarakat dapat berlangsung dengan tertib.

Hingga kegiatan berlangsung, situasi di lokasi dan jalur yang menjadi bagian dari pengamanan dilaporkan aman dan terkendali.

Bagi Palapa, keselamatan bukan sekadar kalimat dalam sebuah laporan. Keselamatan adalah bentuk penghormatan terhadap kehidupan.

Dan setiap langkah yang berhasil sampai kembali ke garis akhir dengan selamat, sesungguhnya menyimpan cerita tentang banyak tangan yang bekerja agar malam tetap menjadi ruang yang nyaman bagi semua.

Mungkin itulah makna terdalam dari sebuah pengabdian: hadir ketika dibutuhkan, menjaga tanpa banyak bicara, dan memastikan manusia dapat pulang dengan selamat kepada orang-orang yang menunggunya.

Karena pada akhirnya, jalan yang tertib bukan hanya tentang kendaraan yang lancar.

Ia adalah tentang manusia yang saling memberi ruang.

Dan dalam ruang itulah, nurani menemukan jalannya.

Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *