Dari Jalan ke Belawa, Merajut Silaturahmi Menjaga Kamtibmas

KAMTIBMAS30 Dilihat

Keterangan Gambar:

Kapolres Wajo AKBP Douglas Mahendrajaya, S.H., S.I.K., M.IK., M.Tr.Opsla bersilaturahmi dengan masyarakat saat kunjungan ke Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi dan sinergitas menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Wajo)


PALAPA MEDIA GROUP (PMG)
Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

ESSAY PALAPA

Refleksi Nurani di Atas Fakta

Oleh: Sabri

SUARA PALAPA, WAJO — Ada perjalanan yang jaraknya diukur dengan kilometer. Ada pula perjalanan yang ukurannya bukan lagi tentang seberapa jauh jalan ditempuh, melainkan seberapa dekat hati dipertemukan.

Pagi itu, Jumat (4/9/2026), perjalanan menuju Belawa menjadi lebih dari sekadar touring. Dari Mako Polres Wajo, sekitar pukul 07.45 Wita, Kapolres Wajo AKBP Douglas Mahendrajaya, S.H., S.I.K., M.IK., M.Tr.Opsla bersama pejabat utama dan personel Polres Wajo bergerak menuju Kecamatan Belawa.

Di balik deru perjalanan, ada pesan sederhana: keamanan tidak hanya dibangun melalui patroli dan penegakan hukum, tetapi juga melalui silaturahmi, komunikasi, dan kepercayaan.

Belawa menjadi ruang perjumpaan itu.

Kapolres bersama rombongan mengunjungi sejumlah tempat, mulai dari Mako Polsek Belawa Polres Wajo, TK Kemala Bhayangkari Polsek Belawa, kediaman Prof. (HC) Dr. KH Anwar Sadat Malik, Lc., MA, yang dikenal sebagai salah satu tokoh Nahdlatul Ulama dan tokoh Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang, hingga Masjid Darussalam Kecamatan Belawa.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi Douglas memperkenalkan dirinya sebagai Kapolres Wajo yang baru kepada masyarakat.

Ada suasana yang berbeda ketika seorang pejabat kepolisian hadir bukan semata-mata dalam ruang formal, melainkan menyapa masyarakat dari jarak yang lebih dekat. Seragam kedinasan tetap melekat, tetapi komunikasi berlangsung dalam bahasa kemanusiaan: saling mengenal, saling menghormati, dan saling mendengar.

Ketika Masjid Menjadi Ruang Silaturahmi

Di Masjid Besar Darussalam, Belawa, pesan tentang keamanan menemukan tempat yang lebih teduh.

Di rumah ibadah, tempat manusia menundukkan kepala di hadapan Sang Pencipta, Kapolres menyampaikan imbauan kamtibmas kepada para jemaah.

Pesannya sederhana, tetapi memiliki makna yang luas: masyarakat diajak bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan serta membangun komunikasi yang baik dengan kepolisian.

Sebab keamanan sejatinya bukan hanya tanggung jawab aparat.

Ia adalah ikhtiar bersama.

Polisi memiliki tugas menjaga dan melayani. Masyarakat memiliki peran menjaga lingkungan dan menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi. Ketika keduanya berjalan dalam komunikasi yang sehat, ruang bagi persoalan untuk membesar dapat dipersempit.

Douglas menegaskan, sinergitas antara kepolisian dan masyarakat merupakan bagian penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Kegiatan touring ini selain untuk menjaga kamtibmas, juga menjadi sarana untuk bersilaturahmi dan mempererat komunikasi dengan masyarakat. Kami ingin membangun sinergi yang baik sehingga berbagai persoalan di tengah masyarakat dapat dikomunikasikan dan ditangani bersama,” ujar Douglas.

Kalimat itu menjadi penanda bahwa tugas kepolisian tidak selalu harus hadir dalam wajah ketegasan. Ada saatnya ia hadir melalui jabat tangan, percakapan, silaturahmi, dan kesediaan mendengar.

Keamanan Tumbuh dari Kepercayaan

Dalam kehidupan masyarakat, keamanan tidak lahir dari satu pihak.

Ia tumbuh dari kepercayaan yang dirawat secara terus-menerus.

Karena itu, kunjungan Kapolres bersama jajaran ke berbagai unsur masyarakat di Belawa juga menjadi bagian dari agenda koordinasi dan silaturahmi. Koordinasi diperlukan untuk memperkuat sinergitas dalam pelaksanaan tugas kepolisian, terutama dalam pemeliharaan kamtibmas dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Di tengah masyarakat yang terus bergerak, komunikasi menjadi jembatan yang tak boleh runtuh.

Persoalan sosial, gangguan keamanan, maupun berbagai dinamika di lingkungan masyarakat akan lebih mudah dihadapi ketika tersedia ruang untuk berbicara dan mencari jalan keluar bersama.

“Kami berharap komunikasi dan koordinasi yang terbangun dapat terus dipelihara. Kepolisian tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan, sehingga dukungan dan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan,” kata Douglas.

Pernyataan itu sekaligus mengandung kesadaran bahwa kewibawaan institusi tidak hanya dibangun dari kewenangan, tetapi juga dari kedekatan yang sehat dengan masyarakat.

Polisi membutuhkan masyarakat. Masyarakat pun membutuhkan polisi.

Di antara keduanya, kepercayaan adalah jembatan.

Menjaga Negeri dari Hal-Hal yang Sederhana

Touring dan silaturahmi itu berlangsung hingga sekitar pukul 14.00 Wita. Selama kegiatan, situasi dilaporkan aman dan terkendali.

Namun, barangkali makna perjalanan itu tidak berhenti ketika rombongan kembali meninggalkan Belawa.

Ada pesan yang tertinggal di sepanjang jalan: bahwa menjaga keamanan bukan hanya tentang mencegah kejahatan setelah ia terjadi. Lebih jauh dari itu, menjaga keamanan adalah merawat hubungan sosial agar masyarakat tetap memiliki ruang untuk hidup dengan tenteram.

Dan ketenteraman sering kali bermula dari hal-hal yang sederhana.

Dari salam yang diucapkan dengan tulus.
Dari tangan yang dijabat tanpa sekat.
Dari seorang pejabat yang bersedia datang dan memperkenalkan diri.
Dari masyarakat yang mau membuka pintu komunikasi.

Di dalam masjid, pesan itu terasa semakin dalam.

Bahwa manusia diperintahkan untuk menjaga kedamaian, sementara setiap ikhtiar menjaga sesama pada akhirnya merupakan bagian dari pengabdian kepada Tuhan.

Belawa hari itu bukan sekadar tujuan perjalanan.

Ia menjadi sebuah ruang perjumpaan—antara institusi dan masyarakat, antara tugas dan pengabdian, antara kewenangan dan kemanusiaan.

Sebab keamanan yang kokoh bukan semata-mata lahir dari kekuatan.

Ia tumbuh dari kepercayaan, dirawat dengan silaturahmi, dan ditegakkan dengan nurani.


PALAPA MEDIA GROUP (PMG)
Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *