Ujian Legalitas dan Nurani: Menjelang Dua Momen Besar di Rumah Pendidikan Al-Qur’an

Uncategorized303 Dilihat

PALAPA MEDIA GROUP (PMG)
Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

EDITORIAL PALAPA
Suara Nurani Redaksi

Gelombang polemik yang melanda Yayasan Pendidikan Ilmu Al-Qur’an (YPIQ) Makassar dan STAI Al-Furqan Makassar kini telah memasuki babak baru yang kian krusial. Pengaduan resmi empat orang dosen, Dr. Sampara Palili, Rosika Indri Karadona, Ahmad Abdullatif, dan Dr. Ismail, ke Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sulawesi Selatan atas dugaan maladministrasi dan pengebirian hak-hak akademis bukanlah sekadar riak kecil. Ini adalah cermin retak dari sebuah tata kelola lembaga pendidikan keagamaan yang sedang krisis legitimasi moral dan konstitusional.

Di tengah bergulirnya pemeriksaan oleh pengawas pelayanan publik, dua agenda besar peradaban telah menanti di depan mata. Pertama, Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW pada 30 Agustus 2026.
Kedua, upacara wisuda sarjana yang direncanakan bakal dihadiri langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia.

Dua momen sakral ini bukan sekadar seremoni akademik atau peringatan hari besar keagamaan. Keduanya adalah panggung pembuktian: Siapakah yang memiliki legalitas formal-konstitusional untuk tampil dan memimpin hajatan mulia tersebut?

Publik dan sivitas akademika berhak bertanya dengan kritis. Apakah panggung wisuda dan mimbar peringatan Maulid Nabi nanti akan dipimpin oleh pengurus yang sah secara aturan main kelembagaan (AD/ART) serta Instruksi Ketua Dewan Pembina YPIQ Makassar, Dr. K.H. Baharuddin HS, M.A.? Ataukah acara tersebut justru dijadikan panggung etalase oleh pihak-pihak yang memaksakan kehendak demi mengamankan dahaga kekuasaan, di tengah cacat prosedur dan sengketa hukum yang belum terselesaikan?

Kehadiran Menteri Agama RI kelak harus menjadi perhatian serius. Jangan sampai simbol negara dan otoritas tertinggi kementerian keagamaan ‘dijebak’ dalam narasi legitimasi semu yang dibangun oleh kepengurusan bermasalah. Sangat tidak elok bila seorang Menteri Agama berdiri di mimbar akademik yang di belakangnya tersimpan rintihan para pengabdi ilmu yang hak-hak dasarnya dicabut dan digantung tanpa kejelasan hukum.

Demikian pula dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Meneladani Rasulullah berarti mengagungkan keadilan, menunaikan hak pekerja sebelum keringatnya mengering, serta memegang teguh amanah. Menampilkan kepengurusan yang sarat dugaan maladministrasi pada hari kelahiran Sang Pembawa Keadilan adalah bentuk ironi yang melukai nurani umat.

Sikap Redaksi Palapa Media Group sangat tegas: Kembalikan tata kelola perguruan tinggi keagamaan pada rel legalitas formal dan aturan main konstitusional yang bersih dari ambisi personal. Ombudsman Sulsel harus bergerak cepat menuntaskan pemeriksaan agar terang benderang mana yang hak dan mana yang batil. Sebelum dua momentum besar itu ditabuh, kejelasan status hukum dan kepengurusan di STAI Al-Furqan Makassar harus dituntaskan. Jangan biarkan Rumah Pendidikan Al-Qur’an ini terus tersandera oleh nafsu kekuasaan yang mengorbankan marwah ilmu, hukum, dan masa depan mahasiswa.

(PMG – Suara Nurani Redaksi: Menjaga Marwah Hukum, Mengawal Keadilan Akademik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *