Tongkat Amanah Berganti, Harapan Baru Menyala di Polres Soppeng

POLRI51 Dilihat

Tongkat Amanah Berganti, Harapan Baru Menyala di Polres Soppeng

Keterangan Gambar:

AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Ny. Anie Hari Budiyanto, menerima cinderamata dalam rangka prosesi penyambutan dan serah terima kepemimpinan di Mapolres Soppeng, Senin (3/8/2026). Momen tersebut menjadi simbol estafet amanah sekaligus awal pengabdian Kapolres Soppeng yang baru dalam menjaga keamanan dan melayani masyarakat. (Foto: Dok. Humas Polres Soppeng)

FEATURE PALAPA

Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

Oleh: Idris

SUARA PALAPA, SOPPENG – Setiap pergantian pemimpin sesungguhnya bukan sekadar perpindahan jabatan. Ia adalah perpindahan amanah; sebuah ikrar sunyi yang disaksikan manusia dan dicatat oleh langit. Di halaman Mapolres Soppeng, Senin (3/8/2026), estafet itu kembali berpindah tangan. Dalam balutan adat Bugis yang sarat makna, harapan baru menyapa Bumi Latemmamala.

AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Soppeng, Ny. Anie Hari Budiyanto, resmi mengawali pengabdiannya sebagai Kapolres Soppeng. Kedatangannya bukan hanya disambut dengan prosesi seremonial, tetapi juga dengan penghormatan terhadap nilai-nilai budaya yang telah lama menjadi ruh masyarakat Bugis.

Laporan perwira yang ditunjuk membuka rangkaian penyambutan. Pengalungan sarung menjadi simbol penghormatan dan penerimaan. Tari Padduppa mengalun anggun, seolah menyampaikan doa agar setiap langkah kepemimpinan senantiasa diberi keberkahan. Jajar kehormatan berdiri tegak, sementara satu per satu personel menyambut pemimpin barunya dengan penuh hormat.

Di balik kemegahan tradisi itu, tersimpan pesan yang sederhana namun mendalam: jabatan hanyalah titipan, sedangkan pengabdian adalah ibadah yang tak pernah mengenal akhir.

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut dalam apel bersama yang diikuti seluruh personel Polres Soppeng. Di hadapan barisan anggota, Kapolres sebelumnya, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., bersama AKBP Hari Budiyanto berdiri dalam satu bingkai pengabdian—yang satu menutup lembar tugasnya di Soppeng, sementara yang lain mulai menulis babak baru pelayanan kepada masyarakat.

Apel diawali dengan laporan perwira apel, dilanjutkan penyampaian arahan dari pejabat lama dan pejabat baru, kemudian ditutup dengan doa bersama. Suasana berlangsung khidmat. Tidak hanya menjadi prosesi administratif, tetapi juga momentum memperkuat tekad seluruh personel untuk tetap menjaga profesionalisme, soliditas, dan kepercayaan masyarakat.

Agenda berikutnya diisi dengan paparan laporan satuan Polres Soppeng, penyerahan cinderamata sebagai ungkapan penghargaan atas pengabdian pejabat lama, foto bersama, serah terima Ketua Bhayangkari Cabang Soppeng, hingga tradisi pelepasan melalui Gerbang Pedang Pora, sebuah simbol penghormatan bagi perwira yang telah menuntaskan amanahnya.

Kehadiran Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E., Wakil Bupati Ir. Selle KS Dalle, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para pejabat utama Polres Soppeng, para Kapolsek jajaran, Bhayangkari, insan pers, serta tamu undangan lainnya semakin menegaskan bahwa keamanan merupakan tanggung jawab bersama yang dibangun melalui sinergi lintas elemen.

Pergantian kepemimpinan di tubuh Polri selalu membawa harapan baru. Namun, yang paling abadi bukanlah nama yang tertera pada papan jabatan, melainkan jejak pelayanan yang ditinggalkan bagi masyarakat. Sebab pada akhirnya, seorang pemimpin akan dikenang bukan karena berapa lama ia memimpin, melainkan seberapa besar manfaat yang ia wariskan.

Di Bumi Latemmamala, tongkat amanah kini telah berpindah. Bersamanya tumbuh doa agar setiap keputusan lahir dari kebijaksanaan, setiap langkah berpijak pada keadilan, dan setiap pengabdian menjadi bagian dari ikhtiar menegakkan keamanan sebagai wujud ibadah kepada Allah SWT serta pengabdian tulus kepada bangsa dan negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *