Keterangan Gambar:
Kapolres Wajo AKBP Muhammad Rosid Ridho menyerahkan bantuan beras secara simbolis kepada warga kurang mampu dalam kegiatan bakti sosial Hari Bhayangkara ke-80 di Mapolres Wajo, Kecamatan Tempe, Rabu (1/7/2026), sebagai wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Wajo)
Penulis: Sabri
Editor: Alimuddin
WAJO, SUARA PALAPA — Pagi itu, di halaman Mapolres Wajo, bukan hanya langkah-langkah warga yang datang dengan harapan. Ada pula doa-doa lirih yang seolah ikut mengudara, doa dari mereka yang menjalani hidup dalam kesederhanaan, namun tetap menggenggam keyakinan bahwa pertolongan Allah kerap hadir melalui tangan-tangan yang peduli.
Di tengah peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, suasana di Mapolres Wajo, Kecamatan Tempe, Rabu (1/7/2026), terasa berbeda. Tidak semata-mata tentang seremoni atau perayaan institusional, melainkan tentang hadirnya nilai luhur pengabdian yang menjelma dalam kepedulian sosial.
Pengabdian, pada akhirnya, memang bukan sekadar tentang menjaga keamanan. Pengabdian juga tentang merasakan denyut kesulitan rakyat, lalu memilih untuk hadir meringankan beban mereka.
Sekitar pukul 10.15 Wita, Kapolres Wajo AKBP Muhammad Rosid Ridho memimpin langsung kegiatan bakti sosial Polres Wajo. Ia didampingi Wakapolres Wajo Kompol H. A. Syamsu Lipu, bersama para pejabat utama, perwira, bintara, dan masyarakat penerima bantuan.
Satu per satu warga maju dengan langkah sederhana. Wajah-wajah yang ditempa waktu, kerja keras, dan perjuangan hidup tampak menyimpan banyak cerita. Sebagian mungkin terbiasa memendam lelah, sebagian lainnya belajar tersenyum di tengah keterbatasan.
Di momen seperti itulah, kemanusiaan menemukan maknanya.
Sebanyak 150 karung beras Badan Urusan Logistik (Bulog) Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ukuran 5 kilogram disalurkan kepada masyarakat kurang mampu. Bantuan tersebut diberikan kepada warga dari sejumlah wilayah di Kecamatan Tempe, antara lain Kelurahan Bulupabbulu, Cempalagi, Pattirosompe, Wiringpalennae, serta wilayah lainnya yang telah terdata sebagai penerima manfaat.
Mungkin bagi sebagian orang, lima kilogram beras hanyalah angka yang tertulis di kemasan. Namun bagi keluarga yang tengah bergelut dengan kerasnya ekonomi, bantuan itu bisa berarti dapur yang tetap mengepul, piring yang tetap terisi, dan anak-anak yang tetap bisa makan dengan layak.
Ada kebahagiaan yang sederhana, tetapi begitu berharga.
Kapolres Wajo menyampaikan bahwa bakti sosial ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang dilaksanakan serentak di jajaran Polda Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini, menurutnya, merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya mereka yang sedang menghadapi tekanan ekonomi.
Lebih dari itu, bakti sosial ini juga menjadi jembatan yang mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.
Sebab kedekatan sejati tidak selalu dibangun lewat kata-kata, melainkan lewat tindakan yang tulus.
Ada satu nilai yang selalu hidup dalam setiap ajaran kebaikan: bahwa tangan yang memberi tidak pernah menjadi miskin, dan hati yang peduli tidak pernah kehilangan kemuliaan.
Dalam perspektif iman, membantu sesama bukan sekadar amal sosial, melainkan ibadah yang menghidupkan nurani. Setiap butir beras yang diberikan membawa harapan; setiap senyum yang terukir menjadi saksi bahwa kebaikan, sekecil apa pun, selalu memiliki arti.
Kegiatan berlangsung hingga pukul 10.45 Wita dalam suasana aman, tertib, dan penuh kehangatan.
Polres Wajo berharap kegiatan serupa terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Memasuki usia ke-80, Bhayangkara tidak hanya diharapkan kuat dalam menjaga keamanan, tetapi juga teduh dalam merawat kemanusiaan.
Sebab pada akhirnya, masyarakat tidak hanya mengingat seragam, pangkat, atau jabatan. Yang paling lama tinggal dalam ingatan adalah ketulusan.
Dan pagi itu, di Mapolres Wajo, Bhayangkara kembali mengajarkan satu hal penting: pengabdian yang paling mulia adalah ketika kekuatan dipadukan dengan kasih, dan kewenangan dijalankan bersama empati.
Karena keamanan membuat masyarakat merasa terlindungi, tetapi kepedulian membuat mereka merasa dimanusiakan.


