Derap Kepanikan di Tengah Hari: Microlet Pengangkut Pelajar Terjun ke Sungai di Takalala, Tujuh Siswa Selamat

Uncategorized27 Dilihat

Keterangan Gambar:

Sebuah mobil angkutan umum jenis microlet terbalik di dasar sungai setelah mengalami kecelakaan di Kelurahan Tettikenrarae, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, Selasa (9/6/2026). Kendaraan yang mengangkut tujuh pelajar MTs Takalala itu diduga mengalami rem blong sebelum keluar jalur dan terjun ke sungai sedalam sekitar tiga meter. Seluruh pelajar berhasil dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis. (Foto: Sanusi Muda)

SOPPENG – Suasana siang yang biasanya tenang di Kelurahan Tettikenrarae, Kecamatan Marioriwawo, mendadak berubah menjadi kepanikan pada Selasa (9/6/2026) sekitar pukul 12.30 WITA. Sebuah mobil angkutan umum jenis microlet berwarna biru dengan nomor polisi DW 1910 AB yang mengangkut tujuh pelajar MTs Takalala tiba-tiba keluar jalur dan terjun ke aliran sungai sedalam kurang lebih tiga meter.

Warga yang berada di sekitar lokasi berhamburan menuju tempat kejadian setelah mendengar suara benturan keras. Di bawah jembatan kecil yang membelah permukiman, kendaraan itu tampak terbalik dengan bagian roda menghadap ke atas, sementara para penumpangnya berusaha menyelamatkan diri.

Di tengah kepanikan tersebut, warga bersama aparat kepolisian bergerak cepat memberikan pertolongan kepada para korban. Beruntung, seluruh pelajar yang berada di dalam kendaraan berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat meski mengalami luka dan syok akibat insiden tersebut.

Salah seorang saksi mata, Aiptu Iskak, anggota Polisi Lalu Lintas yang saat kejadian berada sekitar 75 meter dari lokasi, menuturkan bahwa kendaraan diduga mengalami gangguan pada sistem pengereman.

“Dari yang saya lihat, mobil diduga mengalami rem blong. Kemungkinan sopir berusaha menghindari lubang di tengah jalan, namun kendaraan kemudian kehilangan kendali, melenceng ke kiri, dan masuk ke sungai,” ujarnya.

Peristiwa itu sontak menarik perhatian warga sekitar yang berkerumun di tepi jalan dan jembatan untuk menyaksikan proses evakuasi. Beberapa di antaranya bahkan turut membantu mengangkat korban dari dalam kendaraan sebelum petugas medis tiba.

Ketujuh pelajar MTs Takalala yang menjadi penumpang microlet tersebut segera mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Takalala. Sementara itu, pengemudi kendaraan bernama Mansi, warga Desa Congko, mengalami kondisi yang lebih serius sehingga harus dirujuk ke RSUD Latemmamala Soppeng untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya pemeriksaan kelayakan kendaraan angkutan, terutama yang digunakan untuk mengangkut pelajar. Di balik keselamatan tujuh siswa yang berhasil diselamatkan, kecelakaan tersebut menyisakan rasa syukur sekaligus keprihatinan bagi warga yang menyaksikannya.

Bagi masyarakat Tettikenrarae, siang itu bukan sekadar kecelakaan lalu lintas biasa. Ia menjadi kisah tentang detik-detik menegangkan ketika sebuah kendaraan terjun ke sungai, dan tentang cepatnya tangan-tangan kemanusiaan bergerak untuk menyelamatkan nyawa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *