Di Bawah Langit Cangadi, Secangkir Kopi Menyatukan Kenangan dan Doa

PENDIDIKAN26 Dilihat

Keterangan Gambar:

Personel Polsek Liliriaja bersama tokoh masyarakat dan alumni saat menghadiri peresmian Warkop 93 di Cangadi, Kelurahan Galung, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng, Kamis (2/4/2026), dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan yang tetap terjaga aman dan kondusif. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)

Penulis: SM Katalawala

SOPPENG — Siang itu, langit Cangadi tampak teduh, seolah turut merestui sebuah peristiwa sederhana yang sarat makna. Di antara deretan balon merah yang bergoyang pelan ditiup angin, langkah-langkah kaki berkumpul, bukan sekadar untuk meresmikan sebuah tempat, tetapi merajut kembali kenangan, silaturahmi, dan harapan.

Peresmian Warkop 93 di Kelurahan Galung, Kecamatan Liliriaja, Kamis (2/4/2026), menjadi lebih dari sekadar pembukaan usaha. Ia menjelma menjadi ruang temu, antara masa lalu dan masa kini, antara sahabat lama yang dipertemukan kembali oleh waktu, dan antara masyarakat dengan aparat yang menjaga ketenteraman.

Di tengah suasana penuh keakraban itu, hadir sosok Brigjen Pol Faizal, S.I.K., M.H., Dirgakkum Korlantas Mabes Polri, yang juga bagian dari kenangan itu sendiri, Alumni Angkatan 93 SMAN Cangadi. Kehadirannya bukan hanya sebagai pejabat, tetapi sebagai sahabat lama yang pulang, membawa cerita, dan menyapa akar.

Suara doa lirih mengalun saat prosesi peresmian berlangsung. Seakan mengingatkan bahwa setiap langkah kehidupan, sekecil apa pun, selalu layak disandarkan kepada Yang Maha Kuasa.

Di sisi lain, kehadiran personel Polsek Liliriaja bukan sekadar menjalankan tugas pengamanan. Mereka berdiri di tengah masyarakat, menyatu dalam suasana kekeluargaan, menjaga ketertiban tanpa jarak, menghadirkan rasa aman yang menenangkan.

Kapolsek Liliriaja, IPTU Alimuddin, S.Sos., menyampaikan bahwa kehadiran Polri adalah bentuk pengabdian yang tak hanya terlihat dalam tugas formal, tetapi juga dalam kebersamaan.

“Kami ingin memastikan kegiatan ini berjalan aman dan lancar, sekaligus menjadi bagian dari silaturahmi yang terus terjaga antara Polri dan masyarakat,” ujarnya dengan nada hangat.

Warkop 93 pun diharapkan menjadi lebih dari tempat menikmati kopi. Ia adalah ruang cerita, tempat kenangan dituang, dan persaudaraan dipererat, tempat di mana setiap tawa dan percakapan menjadi bagian dari perjalanan hidup.

Selepas peresmian, langkah kebersamaan itu berlanjut menuju SMAN 2 Watansoppeng. Di sana, semangat yang sama kembali dirajut, menyiapkan Reuni Akbar, sebuah momentum besar yang akan mempertemukan kembali jejak-jejak masa muda yang pernah berjalan bersama.

Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., melalui keterangannya menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa sinergi antara masyarakat dan Polri adalah kunci terciptanya ketenangan dalam kehidupan bersama.

“Kegiatan seperti ini bukan hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga memperkuat kebersamaan dalam menjaga situasi yang aman dan kondusif,” ungkapnya.

Di penghujung acara, waktu seolah berjalan lebih pelan. Senyum, sapa, dan doa saling bertukar. Tidak ada yang benar-benar berakhir, karena yang terbangun hari itu adalah sesuatu yang lebih abadi, rasa kebersamaan.

Di Cangadi, secangkir kopi telah menjadi saksi, bahwa persaudaraan yang dirawat dengan tulus akan selalu menemukan jalannya pulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *