Di Balik Kobaran Api Sempange, Polisi Sigap Jaga Keselamatan dan Ketertiban Warga

BREAKING NEWS20 Dilihat

Keterangan Gambar:

Petugas kepolisian dari Polsek Tanasitolo melakukan pengamanan dan pemantauan di lokasi kebakaran yang melanda rumah warga dan toko kain sutera di Sempange, Desa Pakkanna, Kecamatan Tanasitolo, Kamis (30/4/2026) dini hari. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Wajo)

Oleh: Sabri
Editor: Alimuddin

Malam yang seharusnya sunyi di Sempange, Desa Pakkanna, Kecamatan Tanasitolo, berubah menjadi kepanikan ketika kobaran api tiba-tiba membelah gelap, Kamis dini hari (30/4/2026) sekitar pukul 02.00 Wita. Saat sebagian besar warga masih terlelap, hawa panas yang tak biasa membangunkan seorang saksi. Dari balik kesadaran yang belum sepenuhnya pulih, ia melihat api telah menjalar di bagian belakang rumah, menjadi awal dari bencana yang melahap dua unit rumah panggung dan satu toko kain sutera.

Kepanikan tak terelakkan. Warga berhamburan keluar rumah, sebagian berteriak memperingatkan tetangga, sebagian lainnya berupaya menyelamatkan barang seadanya. Dalam hitungan menit, api membesar dan merambat cepat, material bangunan yang didominasi kayu menjadi bahan bakar yang mempercepat amukan si jago merah.

Di tengah situasi genting itu, warga bahu-membahu mencoba memadamkan api dengan peralatan sederhana. Namun, keterbatasan alat membuat upaya tersebut belum mampu menghentikan laju api yang terus melahap bangunan. Tak lama berselang, dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi, berjuang menaklukkan kobaran yang kian membesar.

Di saat yang sama, kehadiran aparat kepolisian menjadi penopang ketertiban di tengah kekacauan. Personel dari Polsek Tanasitolo bergerak cepat begitu menerima laporan dari masyarakat. Mereka tidak hanya membantu proses pemadaman, tetapi juga memastikan keamanan di sekitar lokasi, mengatur kerumunan warga, serta mengantisipasi potensi gangguan yang bisa memperparah situasi.

Kapolsek Tanasitolo, AKP Wahyudi, menegaskan bahwa respons cepat menjadi prioritas utama pihaknya dalam setiap kondisi darurat. Bersama anggotanya, ia turun langsung ke tempat kejadian perkara, memastikan seluruh proses berjalan aman dan terkendali.

“Kami bersama personel langsung mendatangi TKP, membantu proses pemadaman serta melakukan pengamanan di sekitar lokasi agar situasi tetap kondusif,” ujarnya.

Peran kepolisian dalam peristiwa ini bukan sekadar pengamanan, tetapi juga bagian dari upaya memberikan rasa aman bagi masyarakat yang tengah dilanda musibah. Di tengah kobaran api dan kepanikan warga, kehadiran aparat menjadi penyeimbang yang menjaga situasi tetap terkendali.

Setelah hampir satu setengah jam berjibaku, api akhirnya berhasil dijinakkan sekitar pukul 03.30 Wita. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp2 miliar. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik, sebuah ancaman yang kerap luput dari perhatian.

Melalui peristiwa ini, pihak kepolisian kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan. Instalasi listrik yang tidak terawat dapat menjadi sumber bahaya yang sewaktu-waktu memicu bencana.

“Kami mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing untuk mencegah terjadinya korsleting,” tambah Kapolsek.

Kebakaran di Sempange menjadi pengingat bahwa di balik ketenangan malam, selalu ada potensi bahaya yang mengintai. Namun, di tengah musibah itu pula, terlihat jelas sinergi antara warga, petugas pemadam, dan kepolisian, sebuah kolaborasi yang menjadi kunci dalam menjaga keselamatan dan ketertiban bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *