Dari Lereng Bulu Anak Dara, Desa Watu Menenun Harapan: Jembatan Lakellu dan BLT Menguatkan Langkah Warga

INOVASI DESA13 Dilihat

Keterangan Gambar:

  1. Wartawan Suarapalapa.id, Syukur Mariorante Katalawa, melaporkan kegiatan di Desa Watu.
  2. Suasana kegiatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Tahap I Tahun 2026 di Aula Kantor Desa Watu, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng.
  3. Kepala Desa Watu, Rudi, S.Pd., didampingi Kaur Perencanaan Al Munir saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (23/4/2026).

Penulis: Syukur Mariorante Katalawala

Editor: Alimuddin

SOPPENG, SUARAPALAPA.ID — Pagi di Desa Watu selalu datang dengan kesederhanaan yang jujur. Angin dari lereng Bulu Anak Dara berembus pelan, membawa aroma tanah dan doa-doa yang tak pernah putus dari warganya. Di tempat inilah, harapan tidak hanya diucapkan, tetapi dirajut bersama, dengan kerja, kebersamaan, dan keyakinan.

Kamis, 23 April 2026, suasana di Aula Kantor Desa Watu terasa hangat. Warga datang dengan langkah tenang, sebagian membawa harapan yang disimpan rapi dalam hati. Hari itu, pemerintah desa menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada 18 keluarga penerima manfaat. Bukan sekadar angka, melainkan wajah-wajah yang sedang berjuang menjaga dapur tetap menyala.

Di ruang kerjanya yang sederhana, Kepala Desa Watu, Rudi, S.Pd., didampingi Kaur Perencanaan Al Munir, menerima wartawan Suarapalapa.id, Syukur Mariorante Katalawa. Percakapan mengalir ringan, namun sarat makna. Di sela kata-katanya, terselip rasa haru yang tak disembunyikan.

“Kami bersyukur, masyarakat di sini selalu taat dan mengedepankan kerja sama,” ujarnya pelan, seolah tak ingin mengusik keheningan yang penuh berkah itu.

Baginya, kekuatan Desa Watu bukan hanya pada program atau anggaran, melainkan pada semangat gotong royong yang hidup di tengah masyarakat. Dari swadaya warga dan dukungan para donatur, termasuk yang telah terverifikasi oleh tim rescue, lahirlah sebuah karya nyata: Jembatan Gantung Lakellu di Dusun Walattasi.

Jembatan itu bukan sekadar penghubung dua tepi. Ia adalah jalan pulang bagi harapan. Ia mempersingkat jarak menuju Kampung Pijjae, Batu Pute, hingga Lappatosupang, wilayah penghasil jagung terbesar di Kecamatan Marioriwawo yang terletak di kaki gunung Bulu Anak Dara.

“Dulu akses cukup sulit, sekarang sudah jauh lebih lancar,” tutur Rudi, dengan mata yang berbinar.

Jembatan Lakellu diresmikan pada 18 Desember 2025 oleh Kapolda Sulawesi Selatan. Namun bagi warga, peresmian sejatinya terjadi setiap kali kaki melangkah di atasnya, setiap kali hasil panen dapat dibawa pulang dengan lebih mudah, setiap kali anak-anak bisa menyeberang dengan aman.

Di hari yang sama, penyaluran BLT menjadi penegas bahwa pembangunan desa bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang menjaga kehidupan. Tentang memastikan bahwa di tengah tantangan, tidak ada yang berjalan sendirian.

BLT itu mungkin tak besar nilainya, tetapi ia membawa pesan yang dalam: negara hadir, dan desa menjadi jembatan kasihnya.

Di Desa Watu, pembangunan tidak berdiri di atas beton semata. Ia tumbuh dari keikhlasan, disiram oleh kebersamaan, dan dipanen dalam bentuk kesejahteraan yang perlahan namun pasti.

Seperti firman yang mengalir lembut dalam keyakinan, bahwa perubahan dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama. Dan di desa kecil di lereng Bulu Anak Dara ini, langkah-langkah itu terus berjalan, menuju masa depan yang lebih terang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *