Keterangan Gambar:
MENYAYANGI NYAWA: Kasat Lantas Polres Wajo, AKP Riyanda Putra, saat melakukan pengecekan terhadap 55 unit sepeda motor hasil razia balap liar di Mapolres Wajo, Senin (2/3/2026). Penertiban ini dilakukan demi menjaga keselamatan jiwa dan kekhusyukan ibadah masyarakat di bulan suci Ramadan. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Wajo)

Laporan: Sabri
WAJO – Di saat semesta perlahan bersiap menyambut seruan sahur, ketika embun mulai membasuh debu-debu jalanan di Desa Tajo, ketenangan itu mendadak pecah. Bukan oleh lantunan ayat suci atau tabuhan bedug yang syahdu, melainkan oleh lengkingan knalpot yang membelah langit malam. Senin dini hari (2/3), aspal Tajo menjadi saksi bisu atas ego muda yang beradu cepat, melupakan bahwa nyawa adalah titipan yang tak seharusnya dipertaruhkan di atas lintasan maut.
Dalam keremangan cahaya lampu jalan, puluhan pemuda memacu adrenalin, seolah lupa bahwa di rumah, doa-doa orang tua sedang dipanjatkan agar mereka menjadi insan yang bertaubat di bulan yang penuh ampunan ini. Namun, langkah mereka terhenti ketika iring-iringan petugas dari Polres Wajo tiba, membawa pesan tegas: ketertiban adalah bagian dari iman, dan keselamatan adalah bentuk syukur atas kehidupan.
Menebus Khilaf di Balik Garis Polisi
Operasi yang dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Wajo, AKP Riyanda Putra, bukan sekadar tentang penegakan hukum formal. Ini adalah upaya penyelamatan. Sebanyak 55 unit sepeda motor kini terparkir kaku, terikat garis kuning seolah meratapi keriuhan yang salah tempat.
“Kami tidak ingin ada air mata orang tua yang tumpah karena kecelakaan yang sia-sia. Nyawa mereka terlalu berharga untuk ditukar dengan gengsi di jalan raya,” ujar AKP Riyanda dengan nada bicara yang tenang namun berwibawa saat ditemui di Mapolres Wajo.
Bagi 22 pemuda yang diamankan, fajar kali ini terasa berbeda. Tak ada tawa kemenangan di garis finis; yang ada hanyalah penyesalan di bawah tatapan petugas yang melakukan pendataan. Mereka diingatkan kembali bahwa keberanian sejati bukanlah tentang seberapa cepat motor melaju, melainkan seberapa mampu mereka menjaga diri dan sesama dari kemudaratan.
Menjaga Kesucian Ramadan dari Debu Jalanan
Penindakan ini adalah bentuk ikhtiar Polres Wajo untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk. Balap liar bukan hanya soal kebisingan, tapi juga soal ketidakhormatan terhadap waktu-waktu mustajab antara sahur dan subuh.
Satu per satu motor diangkut menggunakan truk menuju Mapolres. Pemandangan ini menjadi pengingat bagi para orang tua di rumah. Polisi mengimbau dengan hati agar kasih sayang kepada anak tidak diwujudkan dengan membiarkan mereka berkeliaran tanpa arah di jam-jam rawan, melainkan dengan menjaga mereka tetap berada dalam hangatnya dekapan keluarga dan ketaatan kepada Sang Pencipta.
Patroli Hati Menuju Kemenangan
Langkah penyisiran tidak berhenti setelah motor diangkut. Personel gabungan menyisir setiap sudut jalanan Tajo, membubarkan kerumunan dengan pendekatan yang humanis. Mereka mengajak para remaja kembali ke rumah, kembali ke sajadah, atau sekadar menikmati santap sahur yang penuh berkah bersama keluarga.
Polres Wajo berkomitmen bahwa selama bulan suci ini, patroli akan terus digencarkan. Bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk memastikan bahwa setiap warga Wajo bisa melangkah menuju hari kemenangan tanpa harus kehilangan sanak saudara di jalanan yang berdarah. Karena pada akhirnya, keselamatan di jalan adalah cerminan dari kemuliaan akhlak seorang hamba.











