Keterangan Gambar
Sinergi Pengabdian:
Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana menerima tanda peserta pada Upacara Penutupan TMMD Ke-127 di Lapangan Abdul Muis, Desa Barang, Kecamatan Liliriaja, Rabu (11/3/2026). Kegiatan tersebut menjadi simbol kebersamaan TNI–Polri dan pemerintah daerah dalam membangun desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Oleh; Alimuddin
SOPPENG — Pagi di Dusun Pacongkang, Desa Barang, Kecamatan Liliriaja, terasa sedikit berbeda dari biasanya. Di hamparan rumput Lapangan Abdul Muis, barisan seragam loreng dan cokelat berdiri berdampingan. Di bawah langit yang cerah, semangat kebersamaan terasa begitu kuat, seolah desa kecil itu menjadi saksi tentang arti gotong royong yang sesungguhnya.
Hari itu, Rabu (11/3/2026), Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 resmi ditutup. Namun yang berakhir hanyalah rangkaian kegiatan seremonialnya. Jejak pengabdian yang ditinggalkan di desa itu justru baru saja dimulai.
Upacara penutupan dipimpin oleh Brigjen TNI Berlin Germany selaku Inspektur Upacara. Hadir pula Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, Wakil Bupati Ir. Selle KS Dalle, Dandim 1423/Soppeng Letkol Inf. Eko Yuliyanto, serta Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana bersama jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat.
Di antara para tamu yang hadir, Kapolres Soppeng tampak berdiri bersama para prajurit dan aparat lainnya, sebuah simbol bahwa pembangunan desa bukan hanya urusan satu institusi, tetapi kerja bersama seluruh anak bangsa.
Sebelum upacara penutupan digelar, rombongan Inspektur Daerah Militer XIV/Hasanuddin terlebih dahulu meninjau Posko TMMD di Desa Jampu. Di sana, Dansatgas memaparkan capaian program yang telah dikerjakan selama kegiatan berlangsung.
Program TMMD kali ini bukan sekadar membangun jalan atau fasilitas desa. Lebih dari itu, ia menjadi jembatan antara negara dan masyarakat.
Jalan desa diperkeras agar akses warga semakin mudah. Plat decker dibangun untuk memperlancar mobilitas. Sumur bor menghadirkan air bersih bagi warga. Di sisi lain, kegiatan sosial juga digelar, mulai dari pengobatan gratis, gerakan pangan murah, hingga pembagian sembako.
Bahkan rumah tidak layak huni yang sebelumnya berdiri rapuh kini telah berubah menjadi tempat tinggal yang lebih layak bagi penghuninya.
Dalam upacara penutupan, dilakukan penandatanganan berita acara serah terima hasil program TMMD kepada pemerintah daerah. Momen penanggalan tanda peserta secara simbolis oleh Inspektur Upacara menjadi penanda bahwa pengabdian selama beberapa minggu itu telah selesai.
Namun semangatnya tetap tinggal.
Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana menegaskan bahwa Polres Soppeng selalu siap mendukung program pembangunan yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, TMMD bukan sekadar kegiatan pembangunan fisik, melainkan juga bentuk nyata kebersamaan antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat.
“Polres Soppeng selalu siap mendukung setiap program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah bersama TNI. Kegiatan TMMD terbukti memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergitas antarinstansi merupakan kekuatan penting dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mempercepat pembangunan daerah.
Bagi warga Desa Barang, TMMD mungkin hanya berlangsung beberapa pekan. Tetapi jalan yang lebih baik, air yang lebih mudah, dan rumah yang lebih layak akan mereka rasakan selama-tahun.
Di desa kecil itu, TMMD tidak hanya membangun infrastruktur.
Ia juga membangun harapan.










