Keterangan Foto:
Jabat tangan penuh keakraban antara Inspektur Daerah Militer XIV/Hasanuddin Brigjen TNI Berlin Germany dengan unsur pemerintah daerah saat penutupan TMMD ke-127 Kodim 1423/Soppeng di Lapangan Abdul Muis, Dusun Pacongkang, Desa Barang, Kecamatan Liliriaja, Rabu (11/3/2026). Program yang berlangsung selama 30 hari ini menjadi wujud kemanunggalan TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun desa di bulan suci Ramadan. (Foto: Dokumentasi Kodim 1423 Soppeng)
SOPPENG — Pagi di Dusun Pacongkang, Desa Barang, Kecamatan Liliriaja, Rabu (11/3/2026), terasa berbeda dari biasanya. Matahari baru saja naik ketika deretan seragam loreng, pakaian dinas pemerintah, serta masyarakat desa berdiri dalam satu barisan panjang di Lapangan Abdul Muis.
Di tengah suasana bulan suci Ramadan, langkah-langkah yang selama tiga puluh hari bekerja bersama itu akhirnya sampai pada satu titik: penutupan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 1423/Soppeng.
Bukan sekadar upacara.
Pagi itu seperti sebuah penanda bahwa gotong royong masih hidup di desa.
Inspektur Daerah Militer XIV/Hasanuddin, Brigjen TNI Berlin Germany, memimpin langsung upacara penutupan program yang selama sebulan terakhir menggerakkan prajurit TNI, pemerintah daerah, kepolisian, hingga masyarakat untuk bekerja bahu-membahu membangun desa.
Di hadapan barisan peserta upacara, Brigjen Berlin Germany menerima laporan terakhir pelaksanaan TMMD. Di belakangnya berdiri para pemimpin daerah: Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, Wakil Bupati Ir. Selle KS Dalle, Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, serta jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat.
Di bulan Ramadan yang penuh makna ini, suasana kebersamaan terasa lebih hangat.
Satu per satu rangkaian upacara berlangsung khidmat.
Penghormatan pasukan.
Pemeriksaan barisan.
Pembacaan laporan hasil TMMD.
Sampai akhirnya, secara resmi program yang telah berjalan sejak 10 Februari hingga 11 Maret 2026 itu dinyatakan selesai.
Dalam amanat Pangdam XIV/Hasanuddin yang dibacakan pada upacara tersebut, ditegaskan bahwa TMMD bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan juga pembangunan semangat kebersamaan antara TNI dan rakyat.
Selama 30 hari pelaksanaan, berbagai pekerjaan berhasil diselesaikan. Mulai dari perintisan jalan sepanjang 1.580 meter, pengerasan jalan tani 1.300 meter, pembangunan 12 plat dekker, gorong-gorong, jembatan beton, hingga drainase dan tanggul.
Program unggulan TNI AD juga hadir di tengah masyarakat.
Sebanyak 15 sumur bor, 11 rumah tidak layak huni yang direhabilitasi, 4 unit MCK, serta 300 paket penanganan stunting diberikan kepada warga.
Namun TMMD tidak hanya membangun jalan dan rumah.
Di ruang-ruang pertemuan desa, prajurit TNI bersama berbagai instansi juga memberikan penyuluhan kepada masyarakat. Tentang hukum, bahaya narkoba, kesehatan, pertanian, hingga wawasan kebangsaan. Semua itu dilakukan untuk memperkuat ketahanan sosial masyarakat desa.
“Pertahankan semangat kebersamaan dan kemanunggalan antara TNI dan rakyat,” demikian pesan Pangdam dalam amanatnya.
Setelah upacara selesai, kegiatan berlanjut dengan penyerahan simbolis hasil pembangunan kepada pemerintah daerah dan masyarakat. Kunci rumah diserahkan, prasasti ditandatangani, dan senyum warga pun merekah.
Tak berhenti di sana.
Di lokasi yang sama juga digelar pengobatan gratis, gerakan pangan murah, serta pembagian sembako bagi masyarakat.
Rombongan Irdam XIV/Hasanuddin kemudian meninjau langsung sejumlah sasaran fisik TMMD, termasuk jalan desa yang kini telah diperkeras.
Jalan yang dahulu berlumpur itu kini berubah menjadi jalur harapan bagi petani yang setiap hari membawa hasil panen dari ladang mereka.
Di tengah suasana Ramadan, pembangunan desa seperti itu terasa lebih dari sekadar proyek.
Ia adalah kerja bersama yang menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat.
Sebab pada akhirnya, desa bukan hanya soal wilayah di peta.
Ia adalah rumah bagi harapan banyak orang.
Dan di Pacongkang pagi itu, harapan itu tampak berdiri tegak, di atas jalan yang dibangun dengan kerja, doa, dan kebersamaan. (*/Syukur Mariorante Katalawala)









