Di Antara Tugas dan Doa: Kapolres Soppeng Resmikan Rumah Imam, Menjaga Negeri Sambil Memakmurkan Masjid

SYI'AR ISLAM157 Dilihat

Keterangan Foto:

Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., bersama unsur Forkopimda, tokoh agama dan jajaran Polres Soppeng berfoto usai peresmian Rumah Imam Masjid Al Aqso 2003 di Halaman Mako Polres Soppeng, Rabu (4/3/2026), sebagai wujud kepedulian dan penguatan syiar Islam di bulan suci Ramadhan. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)

Penulis: Alimuddin

Langit Ramadhan di Soppeng sore itu terasa lebih teduh dari biasanya. Angin berembus lembut menyapu halaman Mako Polres Soppeng di Jalan Latenribali, Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata. Di antara derap langkah aparat dan kehadiran para tokoh daerah, terselip suasana khidmat yang tak sekadar seremoni, melainkan ikhtiar iman yang diwujudkan dalam tindakan.

Rabu, 4 Maret 2026, Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., meresmikan Rumah Imam Masjid Al Aqso 2003. Sebuah bangunan sederhana namun sarat makna, berdiri sebagai simbol kepedulian dan penguatan syiar Islam di tengah denyut aktivitas kepolisian yang tak pernah berhenti.

Di hadapan Bupati dan Wakil Bupati Soppeng, unsur Forkopimda, jajaran Polres, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta elemen masyarakat lainnya, prosesi pengguntingan pita dilakukan dengan penuh takzim. Tepuk tangan yang mengiringi bukan sekadar tanda peresmian fisik sebuah rumah, melainkan peresmian harapan, bahwa iman dan pengabdian dapat berjalan beriringan.

Sebagai Pengayom dan Pelindung Masyarakat, Pelayan Masyarakat, Teladan Masyarakat sekaligus Aparat Penegak Hukum, tugas kepolisian kerap menuntut waktu, tenaga, dan pikiran tanpa jeda. Namun di bulan suci Ramadhan, di tengah padatnya aktivitas menjaga keamanan dan ketertiban, para aparat tetap menyempatkan diri menanam benih amal.

Rumah Imam ini bukan sekadar fasilitas penunjang. Ia adalah wujud penghormatan terhadap peran imam sebagai pembimbing rohani umat, sebagai penjaga cahaya masjid, dan sebagai penuntun doa-doa yang mengalun setiap malam.

Dalam sambutannya, Kapolres menyampaikan harapan yang sederhana namun dalam.

“Keberadaan rumah imam ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan dalam menjalankan tugas keagamaan, terlebih di bulan Ramadhan yang penuh keberkahan. Semoga menjadi amal jariyah bagi kita semua,” tuturnya.

Kalimat itu menggema pelan, namun terasa kuat. Di bulan ketika setiap amal dilipatgandakan, langkah kecil yang dilandasi niat tulus bisa menjadi pahala yang terus mengalir.

Peresmian ini menjadi penanda bahwa keamanan dan keimanan bukan dua hal yang terpisah. Keduanya saling menguatkan. Negeri yang tenteram lahir dari hati-hati yang tenteram, dan hati yang tenteram tumbuh dari kedekatan kepada Sang Pencipta.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhidmatan. Namun lebih dari itu, peristiwa ini meninggalkan pesan sunyi yang mendalam: bahwa di balik seragam dan lencana, ada hati yang tetap bersujud. Di balik tugas negara, ada tanggung jawab sebagai hamba.

Ramadhan kembali mengajarkan, bahwa pengabdian terbaik bukan hanya menjaga keamanan bumi, tetapi juga menumbuhkan cahaya langit di dalamnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *