Di Antara Doa dan Tugas Negara: AKP Zainuddin Menyulam Pesan Kamtibmas dalam Cahaya Ramadan

SYI'AR ISLAM16 Dilihat

Keterangan Gambar:


Ketua Pengurus Masjid Miftahul Mu’minin Cangkange (kiri) bersama AKP Zainuddin, S.Sos. (kanan) usai pelaksanaan ceramah Ramadan di Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, Selasa (3/3/2026). (Foto: Dokumentasi Pengurus Masjid Miftahul Mu’minin Cangkange)

Laporan: Alimuddin

SOPPENG – Malam ke-14 Ramadan 1447 Hijriah mengalir pelan di langit Cangkange. Lampu-lampu Masjid Miftahul Mu’minin memantulkan cahaya lembut pada dinding-dinding yang bersih, seakan menyambut para jamaah yang datang membawa doa dan harapannya masing-masing. Seusai salat Tarawih, suasana hening itu perlahan berubah menjadi ruang tafakur, ketika seorang perwira polisi berdiri di mimbar, bukan dengan nada komando, melainkan dengan suara yang teduh.

Dialah AKP Zainuddin, S.Sos., personel Polres Soppeng, yang malam itu mengisi ceramah Ramadan di Masjid Miftahul Mu’minin, Kelurahan Ujung, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, Selasa (3/3/2026). Bagi sebagian jamaah, sosoknya bukan orang asing. Ia pernah mengemban amanah sebagai Kapolsek Lilirilau. Kini, ia kembali, bukan dalam kapasitas struktural, melainkan sebagai pengingat, sebagai saudara.

Dengan tema “Kesehatan dalam Berpuasa”, AKP Zainuddin menautkan ajaran spiritual dengan ikhtiar menjaga raga. Puasa, katanya, bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga latihan menyeimbangkan jasmani dan ruhani. Tubuh yang sehat adalah wasilah untuk ibadah yang khusyuk; hati yang bersih adalah fondasi bagi kehidupan sosial yang damai.

Namun ceramah itu tak berhenti pada urusan personal. Di sela-sela dalil dan nasihat, terselip pesan-pesan kamtibmas yang dibalut pendekatan keislaman. Tentang pentingnya menjaga ketertiban lingkungan, menghindari konflik, menjauhi penyakit masyarakat, hingga merawat silaturahmi sebagai benteng sosial. Semua disampaikan dengan bahasa yang bersahaja, tanpa jarak.

“Selaku pengurus masjid, tentu kami merasa dihargai. Apalagi Pak Zainuddin ini mantan Kapolsek kami di Lilirilau. Beliau paham betul medan dan kondisi masyarakat di sini,” ujar Ketua Pengurus Masjid Miftahul Mu’minin Cangkange, Muh. Tang, S.Sos., M.Si., usai kegiatan.

Menurutnya, ceramah yang disampaikan bukan sekadar tausiyah biasa. Ada sentuhan empati seorang aparat yang mengenal denyut kehidupan warganya. “Pak Polisi yang juga ustaz ini menyampaikan pesan-pesan kamtibmas dengan pendekatan keislaman. Jamaah bisa menerima dengan hati terbuka,” tambahnya.

Di tengah dinamika sosial yang kian kompleks, perjumpaan seperti ini menjadi ruang teduh yang langka: ketika negara hadir bukan hanya lewat aturan, tetapi juga lewat nasihat yang menyejukkan. Ramadan pun menjadi jembatan, menghubungkan tugas pengabdian dengan panggilan iman.

Malam itu, di Masjid Miftahul Mu’minin Cangkange, dakwah dan pengabdian seolah menyatu. Di antara lantunan doa dan tasbih, pesan tentang kesehatan, ketertiban, dan persaudaraan mengendap perlahan di hati para jamaah. Sebab pada akhirnya, menjaga keamanan adalah juga bagian dari menjaga amanah, kepada sesama, dan kepada Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *