Keterangan Foto:
Suasana buka puasa bersama warga dan pemerintah Desa Laringgi di Lapangan Sepakbola Lade Welonge, Sabtu (21/2/2026), yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. (Foto: Idris)
Reporter: Idris
Editor: Alimuddin
SOPPENG — Senja turun perlahan di langit Desa Laringgi, membawa semburat jingga yang seakan mengelus hati. Di bawah tenda sederhana di Lapangan Sepakbola Lade Welonge, derap langkah warga menyatu dengan senyum yang saling menyapa. Sabtu (21/2/2026) itu bukan sekadar waktu berbuka puasa, ia menjelma menjadi ruang temu rasa, tempat silaturahmi tumbuh seperti doa yang diam-diam dikabulkan.
Harmoni Pemerintah dan Warga
Kegiatan buka puasa bersama yang digelar pemerintah desa menghadirkan Kepala Desa Eka Eahyuni bersama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Soppeng H. Naspiding. Di tengah hamparan kursi dan hidangan sederhana, percakapan mengalir ringan, tentang harapan, tentang kampung halaman, dan tentang masa depan yang ingin dibangun bersama.
Acara ini menjadi jembatan emosional antara aparatur pemerintahan dan masyarakat di wilayah Kecamatan Marioriawa, sebuah momentum yang menegaskan bahwa Ramadan bukan hanya ibadah personal, melainkan juga ruang sosial yang mempererat persaudaraan.
Ramadan: Antara Langit dan Sesama
Dalam tausiyahnya, penceramah Muhlis mengingatkan bahwa manusia tak luput dari salah, namun pintu ampunan selalu terbuka bagi mereka yang sungguh-sungguh bertaubat. Pesan itu menggema lembut di antara hadirin, seakan menyatu dengan hembusan angin petang.
Nilai puasa, katanya, bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, melainkan juga menata hubungan dengan Tuhan dan dengan manusia. Sebuah keseimbangan antara habluminallah dan habluminannas yang menjadi ruh sejati Ramadan.
Hadirnya Para Pemimpin, Menguatkan Makna
Kebersamaan semakin terasa dengan kehadiran sejumlah tokoh daerah, di antaranya Bupati H. Suwardi Haseng, Wakil Bupati Ir. Selle KS Dalle, Wakil Ketua DPRD lainnya Muh. Tofan, Dandim 1423 Soppeng Letkol Inf. Eko Yulianto, serta Kapolsek Marioriawa AKP Ichsan. Kehadiran mereka bukan sekadar simbol formalitas, melainkan tanda nyata dukungan bagi terciptanya masyarakat Kabupaten Soppeng yang rukun, religius, dan saling menguatkan.
Lebih dari Sekadar Berbuka
Di sela tawa dan doa, acara ini menegaskan satu pesan sederhana: kebersamaan adalah energi pembangunan yang paling tulus. Ketika masyarakat duduk sejajar tanpa sekat, lahirlah rasa memiliki yang tak bisa dibeli oleh program apa pun.
Bukber Desa Laringgi pun diharapkan menjadi tradisi yang terus hidup, bukan hanya sebagai agenda tahunan, tetapi sebagai simbol persatuan yang meneduhkan.












