Kala Kapolda Sulsel Menaruh Hati pada Integritas: Sebuah Catatan Teduh dari Ramadan Leadership Camp 2026

POLRI143 Dilihat

Keterangan Gambar:

Sinergi Penjaga Amanah: Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro (tiga dari kanan) berdiri berdampingan dengan jajaran Forkopimda Sulsel saat pembukaan Ramadan Leadership Camp 2026 di Asrama Haji Sudiang. Sebuah potret kebersamaan yang melambangkan tekad kuat untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berintegritas dan transparan.


Reporter: Andi Adi
Editor: Masykur Thahir


MAKASSAR – Matahari perlahan merunduk di ufuk barat Makassar, namun semangat di pelataran Asrama Haji Sudiang justru baru saja menyala. Di bawah naungan tenda yang teduh, deretan seragam cokelat kepolisian, hijau loreng TNI, dan putih bersih kemeja para abdi negara berjejer rapi, sebuah simfoni visual tentang harmoni dan kesiagaan.

Minggu (22/02/2026), bukan sekadar hari biasa. Di tengah suasana Ramadan yang penuh rahmat, sebuah ikhtiar bertajuk Ramadan Leadership Camp 2026 resmi dibuka. Ini bukan sekadar seremoni formalitas, melainkan sebuah ruang kontemplasi bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) Sulawesi Selatan untuk membasuh jiwa kepemimpinan mereka dengan air kejujuran dan keteguhan integritas.

Sinergi dalam Barisan yang Teduh

Langkah kaki Kapolda Sulsel, Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, tampak mantap saat memasuki area kegiatan. Kehadirannya di sisi Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, dan jajaran Forkopimda lainnya, mengisyaratkan sebuah pesan bisu namun kuat: bahwa menjaga amanah rakyat adalah kerja kolosal yang membutuhkan bahu yang saling menopang.

Dalam barisan itu, perbedaan seragam seolah lebur oleh satu tujuan yang sama. Ada ketegasan yang melunak oleh keramahan, dan ada wibawa yang menyatu dengan pengabdian. Mereka berdiri tegak, menatap masa depan Sulawesi Selatan yang lebih bersih dan akuntabel.

Pesan dari Hati Sang Jenderal

Di sela-sela kekhidmatan acara, Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro memberikan sebuah refleksi mendalam. Baginya, kepemimpinan dan integritas bukanlah sekadar pasal-pasal dalam kitab undang-undang, melainkan sebuah janji suci kepada masyarakat.

“Integritas itu ibarat akar yang tidak terlihat, namun ia yang menentukan seberapa kokoh pohon kepemimpinan kita berdiri di tengah badai godaan,” tutur Irjen Pol. Djuhandhani dengan nada bicara yang tenang namun berwibawa. “Di bulan yang suci ini, mari kita jadikan seragam yang kita pakai bukan sebagai sekat, melainkan sebagai jembatan untuk melayani rakyat dengan ketulusan hati. Kita hadir di sini untuk memastikan bahwa setiap rupiah keringat rakyat kembali dalam bentuk pembangunan yang nyata dan tanpa celah.”

Menempa Hati di Bulan Suci

Gubernur Andi Sudirman Sulaiman, dalam narasinya yang menyentuh, juga menekankan bahwa ASN adalah garda terdepan pelayan publik. Pesan itu bergema di antara pilar-pilar gedung, mengingatkan setiap yang hadir bahwa pengadaan barang, jasa, dan pengelolaan anggaran daerah adalah amanah Tuhan yang dititipkan melalui tangan rakyat.

Kehadiran Kapolda Sulsel menjadi peneguh bahwa penegakan hukum dan tata kelola pemerintahan adalah dua sisi dari koin yang sama. Dukungan Polri bukan sekadar pengawasan fisik, melainkan pendampingan moral agar sistem administrasi tidak goyah diterjang godaan penyimpangan. Sinergi ini adalah sebuah janji untuk menciptakan sistem yang transparan, di mana hukum hadir sebagai payung yang melindungi setiap langkah pembangunan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *