Di Bawah Pendar Biru: Menjaga Nadi Kota Watansoppeng di Kala Malam

KAMTIBMAS65 Dilihat

KETERANGAN GAMBAR: Sapaan Malam dari Sang Penjaga Jalan: Seorang personel Satlantas Polres Soppeng berdiri tegak di tengah pendar lampu kota, memastikan keamanan arus lalu lintas di jantung Kota Watansoppeng, Senin (12/1/2026).


Laporan: Andi Okkeng


SOPPENG – Ketika matahari perlahan tenggelam di ufuk barat dan kelambu malam mulai menyelimuti Bumi Latemmamala, detak kehidupan di Kota Watansoppeng tidak serta-merta berhenti. Di balik gemerlap lampu jalan dan deru mesin kendaraan yang membelah keheningan, terselip sebuah pengabdian yang sunyi namun berarti. Di sana, di antara persimpangan jalan dan sudut-sudut kota yang mulai mendingin, pendar cahaya biru itu kembali menyala, sebuah pertanda bahwa “penjaga malam” sedang menjalankan tugasnya.

Cahaya Tenang di Tengah Keramaian

Bukan sekadar lampu rotator yang berkedip di atas kendaraan dinas, “Patroli Biru” yang digawangi oleh Regu III Unit Turjawali Satlantas Polres Soppeng adalah simbol kehadiran negara. Senin malam itu (12/1), saat jarum jam menyentuh angka delapan, para personel mulai menyisir jalanan. Mereka bukan datang untuk menebar rasa takut, melainkan membawa rasa aman bagi setiap jiwa yang masih berada di aspal jalanan.

Kasat Lantas Polres Soppeng, AKP H. Alwi, S.Pd., M.Si., menatap jauh ke arah barisan kendaraan. Baginya, setiap lampu rem yang menyala adalah tanggung jawab.

“Kami hadir untuk memastikan bahwa setiap warga yang menempuh perjalanan malam dapat kembali ke rumah dengan selamat. Patroli Biru ini adalah upaya kami meminimalisir risiko, memberikan rasa nyaman di saat mata lelah mulai menghampiri para pengguna jalan,” tuturnya dengan nada tenang namun tegas.

Langkah Preventif yang Humanis

Di beberapa titik rawan, personel tampak berdiri tegak. Sesekali mereka memberikan teguran dengan cara yang santun, mengingatkan pengendara tentang pentingnya helm atau lampu utama. Tidak ada ketegangan, yang ada hanyalah komunikasi dua arah yang hangat. Penindakan tetap dilakukan bagi pelanggaran kasat mata, namun edukasi tetap menjadi ruh utama dalam setiap interaksi.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Kehadiran polisi di titik-titik rawan kecelakaan dan pelanggaran adalah bentuk pencegahan agar tragedi di jalan raya tidak perlu terjadi. Di bawah arahan Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., komitmen ini ditegaskan kembali sebagai wujud nyata pelayanan Polri kepada masyarakat.

Janji untuk Keselamatan Bersama

“Patroli Biru adalah janji kami kepada masyarakat Soppeng. Kami ingin memastikan bahwa pada jam-jam rawan, stabilitas keamanan tetap terjaga,” ungkap AKBP Aditya Pradana.

Menurutnya, keselamatan bukan hanya tugas polisi, melainkan sebuah harmoni yang tercipta antara petugas dan kepatuhan pengguna jalan.
Ia pun menitipkan pesan mendalam.

“Patuhilah aturan bukan karena ada petugas, tapi karena ada nyawa yang menunggu anda di rumah. Kami akan terus hadir secara rutin sebagai wujud nyata bahwa Polri selalu ada di tengah masyarakat, dalam gelap maupun terang.”

Malam semakin larut di Watansoppeng. Arus lalu lintas perlahan mulai melandai, menyisakan kesunyian yang damai. Namun, selama pendar biru itu masih terlihat berkedip di kejauhan, warga tahu bahwa mereka tidak sendirian. Ada dedikasi yang terus terjaga, memastikan kota tetap aman hingga fajar kembali menyapa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *