Menjemput Tenang di Ujung Malam: Ketika Cahaya Biru Polri Menjaga Sujud dan Istirahat Warga Sabbangparu

KAMTIBMAS25 Dilihat

KETERANGAN GAMBAR:

MENJAGA HINGGA SUDUT SUNYI: Dua personel Polsek Sabbangparu, Polres Wajo, Aiptu Ayyung dan Brigpol Suyudi, saat menyambangi salah satu objek vital dan berdialog humanis dengan warga di kawasan Pegadaian Sabbangparu dalam giat Blue Light Patrol, Sabtu malam (25/7/2026). Kehadiran personel Polri di tengah keheningan malam ini menjadi wujud nyata komitmen menjaga ketenteraman istirahat warga serta mengantisipasi potensi kriminalitas di jam-jam rawan. (FOTO: Dokumentasi Humas Polres Wajo)

Oleh: Sabri

WAJO, SUARA PALAPA — Malam kian larut di belahan Kabupaten Wajo. Ketika jarum jam merayap menyentuh angka 23.30 WITA pada Sabtu (25/7/2026), kesunyian mulai memeluk erat Kecamatan Sabbangparu.

Di saat sebagian besar warga melepaskan lelah dalam lelap, dan sebagian lainnya bersimpuh melangitkan doa-doa di sepertiga malam, ada detak pengabdian yang justru baru saja memulai langkahnya.

Di bawah langit gelap gulita, sirine biru itu menyala. Menembus sunyi, memecah sepi.
Malam itu, Aiptu Ayyung bersama Brigpol Suyudi, dua personel regu jaga Polsek Sabbangparu, Polres Wajo, melangkah keluar dari zona nyaman. Mereka mengemban misi suci yang lebih dari sekadar tugas kedinasan: memastikan bahwa ketenteraman yang dititipkan Sang Pencipta kepada hamba-hambanya di bumi Sabbangparu tetap terjaga tanpa noda kriminalitas.

Melalui Blue Light Patrol atau Patroli Biru, mereka menyusuri lekuk-lekuk wilayah yang mulai lengang. Langkah roda kendaraan mereka bergerak mobile, menyambangi urat nadi kehidupan warga. Mulai dari pemukiman sunyi tempat anak-anak terlelap, deretan pertokoan dan rumah toko (ruko) yang pintunya telah terkunci rapat, hingga objek-objek vital yang rawan tersentuh tangan-tangan jahil, seperti kantor BRI, gerai Alfamart, mesin-mesin ATM yang membisu, titik BRILink, hingga keheningan di sudut SPBU.

Bagi Polsek Sabbangparu, menjaga keamanan bukan sekadar urusan menegakkan hukum (kamtibmas), melainkan sebuah bentuk memuliakan manusia. Perjalanan malam itu bukan sekadar patroli searah. Di sela-sela hembusan angin malam yang menusuk tulang, Aiptu Ayyung dan Brigpol Suyudi sesekali menghentikan langkah. Mereka menyapa warga yang masih terjaga dan mengetuk hati para tokoh masyarakat dengan tutur kata yang santun.

Dalam kehangatan silaturahmi di ujung malam tersebut, terselip sebuah ajakan yang tulus. Petugas mengajak seluruh elemen masyarakat untuk sadar bahwa menjaga kedamaian lingkungan adalah ibadah bersama, sebuah ikhtiar kolektif untuk merawat ketenangan hidup. Warga diingatkan untuk tidak ragu menjaga komunikasi, serta segera mengetuk pintu Polsek Sabbangparu atau menekan layanan pengaduan Polri 110 jika melihat riak-riak potensi gangguan keamanan yang meresahkan.

Kapolsek Sabbangparu, AKP Reski G, S.H., mengungkapkan bahwa kehadiran polisi di jam-jam rawan malam hari adalah ikhtiar nyata untuk menghadirkan keteduhan psikologis bagi masyarakat.

“Patroli rutin ini kami lakukan dengan ketulusan untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas, terutama di keheningan malam. Kami ingin memastikan masyarakat benar-benar merasa aman, nyaman, dan tenang saat beraktivitas maupun saat mereka menyerahkan diri dalam istirahat malam yang damai,” tutur AKP Reski G dengan nada berwibawa.

Ia menegaskan, di atas hamparan bumi hukum Sabbangparu, sinergi antara kepolisian dan masyarakat adalah tiang utama penopang kedamaian.

“Keamanan bukanlah tanggung jawab yang tegak di satu pundak polisi saja. Ini adalah amanah bersama yang membutuhkan peran aktif dan kepedulian dari seluruh nurani masyarakat,” tambahnya penuh harap.

Ketika fajar perlahan bersiap menyingsing, patroli malam itu pun berakhir. Seluruh rangkaian tugas terlaksana dengan aman, lancar, dan kondusif. Cahaya biru itu telah menunaikan tugasnya malam ini, meninggalkan jejak ketenangan di setiap sudut Sabbangparu, memastikan bahwa hari esok dapat disambut warga dengan senyuman dan rasa syukur yang mendalam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *