Keterangan Gambar:
Di sela padatnya tugas menjaga keamanan dan ketertiban, personel Polres Soppeng menundukkan kepala dalam kegiatan Binrohtal di Masjid Al-Aqso 2003, Kamis (4/6/2026). Melalui lantunan ayat suci Al-Qur’an, zikir, dan tausiah agama, mereka merawat keteguhan iman sebagai fondasi pengabdian yang profesional, humanis, dan penuh tanggung jawab kepada masyarakat. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)
Penulis: Idris
SOPPENG – Di tengah hiruk-pikuk tugas kepolisian yang tak mengenal batas waktu, ada satu ruang yang selalu menjadi tempat kembali bagi setiap insan untuk menenangkan jiwa. Di ruang itu, pangkat dan jabatan seakan melebur menjadi satu; yang tersisa hanyalah manusia yang sedang mengetuk pintu langit, memohon kekuatan kepada Sang Pencipta.
Kamis pagi, 4 Juni 2026, suasana berbeda terasa di Masjid Al-Aqso 2003 Polres Soppeng. Langkah-langkah para personel yang biasanya sigap mengawal keamanan dan ketertiban masyarakat kini menuju rumah ibadah dengan hati yang teduh. Mereka berkumpul bukan untuk apel atau rapat dinas, melainkan untuk memperkuat fondasi yang tak kasat mata namun sangat menentukan kualitas pengabdian: keimanan dan ketakwaan.
Melalui kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal), para pejabat utama, perwira, bintara hingga aparatur sipil negara di lingkungan Polres Soppeng larut dalam lantunan ayat suci Al-Qur’an. Surah Yasin dibacakan dengan khusyuk, disusul zikir dan shalawat yang mengalun lembut, menghadirkan suasana penuh ketenangan di tengah kesibukan tugas kepolisian.
Dalam ceramah agama yang disampaikan Ustaz Agus Salim, S.Pd.I., M.Pd.I., para peserta diajak merenungkan kembali hakikat pengabdian. Bahwa tugas menjaga keamanan bukan semata pekerjaan profesional, melainkan juga amanah yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.
Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., memandang kegiatan Binrohtal sebagai bagian penting dari proses pembentukan karakter personel. Menurutnya, keberhasilan seorang anggota Polri tidak hanya diukur dari kecakapan teknis dan keberhasilan menjalankan tugas, tetapi juga dari kualitas moral serta kekuatan spiritual yang menjadi penuntun dalam setiap tindakan.
Karena itu, Binrohtal terus dilaksanakan secara rutin sebagai sarana memperkuat mental dan rohani personel agar senantiasa hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang bekerja dengan hati.
Di era ketika tuntutan publik terhadap institusi kepolisian semakin tinggi, pendekatan spiritual menjadi salah satu kebutuhan mendasar. Sebab di balik seragam, atribut, dan kewenangan yang melekat, polisi tetaplah manusia yang membutuhkan ketenangan batin, kebijaksanaan, serta kemampuan mengendalikan diri dalam menghadapi berbagai persoalan di lapangan.
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut juga menjadi momentum mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarpersonel. Dalam suasana penuh kekeluargaan, tumbuh kesadaran bahwa tugas menjaga keamanan tidak dapat dipikul sendiri, melainkan membutuhkan kekompakan, keikhlasan, dan semangat saling menguatkan.
Pada akhirnya, profesionalisme sejati tidak hanya lahir dari latihan dan pengalaman, tetapi juga dari hati yang bersih serta jiwa yang dekat dengan nilai-nilai ketuhanan. Dari Masjid Al-Aqso 2003 Polres Soppeng, pesan itu kembali diteguhkan: bahwa pengabdian kepada masyarakat akan lebih bermakna ketika berjalan seiring dengan pengabdian kepada Allah SWT.
Di bawah naungan doa dan lantunan zikir, para personel Polres Soppeng sedang merawat fondasi pengabdian mereka. Sebuah ikhtiar sederhana namun penting, agar setiap langkah pelayanan kepada masyarakat selalu berpijak pada nurani, kejujuran, dan akhlak yang mulia.Keterangan Foto:
Personel Polres Soppeng mengikuti kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) di Masjid Al-Aqso 2003 Polres Soppeng, Kamis (4/6/2026). Kegiatan ini menjadi sarana memperkuat keimanan, membangun karakter, serta menumbuhkan semangat pengabdian yang profesional, humanis, dan berakhlak mulia.

