Di Sisa Abu dan Air Mata, Kepedulian Menyapa: Bhayangkari dan Polsek Belawa Hadir Menguatkan Korban Kebakaran

WAJO20 Dilihat

Keterangan Gambar:

Personel Polsek Belawa bersama Bhayangkari Ranting Belawa menyerahkan bantuan sembako kepada warga korban kebakaran di Lingkungan Tokadde, Kelurahan Malakke, Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo, Selasa (31/3/2026). Bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian dan empati kepada warga terdampak musibah. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)

Penulis: Sabri
Editor: Alimuddin

WAJO — Pagi itu, sisa-sisa kebakaran masih menyisakan luka yang belum kering. Kayu-kayu hangus bertumpuk diam, seolah menjadi saksi bisu atas peristiwa yang merenggut ketenangan warga di Lingkungan Tokadde, Kelurahan Malakke, Kecamatan Belawa. Di antara bau arang dan reruntuhan, harapan perlahan datang, menyusuri jalan sederhana dengan wajah-wajah penuh empati.

Kepolisian Sektor Belawa bersama Bhayangkari Ranting Belawa hadir, bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga mengantarkan ketulusan. Selasa pagi (31/3/2026), sekitar pukul 09.00 WITA, langkah-langkah mereka menjadi penanda bahwa di tengah duka, masih ada tangan-tangan yang terulur.

Dipimpin langsung Kapolsek Belawa IPTU Awal Syahrani bersama Ketua Ranting Bhayangkari Belawa Ny. Astry Awal Syahrani, rombongan itu mendatangi empat warga yang terdampak: Sabi, Nonding, Sohra, dan Dody. Di hadapan mereka, bantuan sederhana berupa beras, telur, dan mi instan diserahkan, bukan sekadar bahan pokok, melainkan simbol kepedulian yang menguatkan.

Di sela percakapan yang hangat namun sarat haru, IPTU Awal Syahrani menyampaikan belasungkawa yang tulus. Suaranya tenang, namun penuh makna, mengandung doa agar para korban diberi ketabahan dalam menghadapi ujian yang tak pernah diundang.

“Musibah ini adalah ujian. Semoga kita semua diberi kekuatan dan keikhlasan. Bantuan ini mungkin tak seberapa, tetapi kami berharap dapat meringankan beban saudara-saudara kita,” tuturnya.

Di tempat itu, rasa kemanusiaan terasa begitu dekat. Bhayangkari dengan balutan seragam merah muda berdiri berdampingan dengan aparat kepolisian, menyatukan empati dalam satu gerak nyata. Tak ada sekat jabatan, yang ada hanyalah kepedulian.

Lebih dari sekadar penyaluran bantuan, kehadiran mereka menjadi pengingat bahwa dalam setiap musibah, selalu ada ruang untuk saling menguatkan. Bahwa di balik setiap kehilangan, Tuhan masih menitipkan harapan melalui sesama.

Kapolsek Belawa juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Ia mengajak masyarakat untuk tetap waspada serta tidak ragu melaporkan potensi gangguan kamtibmas demi menjaga kedamaian bersama.

Di penghujung kegiatan, suasana tetap terjaga aman dan kondusif. Namun yang lebih terasa, ada sesuatu yang tak kasat mata: semangat kebersamaan yang kembali tumbuh di antara puing-puing.

Di tanah yang sempat dilalap api itu, kini perlahan tumbuh keyakinan, bahwa setiap ujian akan menemukan jalannya menuju cahaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *