Di Soppeng, Ujian Profesionalisme Wartawan Diuji: Kolaborasi Senyap Menuju UKW Nasional

PERS16 Dilihat

SOPPENG — Pagi di Watansoppeng terasa berbeda. Di sebuah sekretariat sederhana di Jalan Salotungo, percakapan tentang profesionalisme, integritas, dan masa depan pers lokal mengalir pelan namun pasti. Di sanalah denyut persiapan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) bergaung, bukan sekadar agenda organisasi, melainkan sebuah ikhtiar menjaga marwah profesi jurnalistik.

Program UKW yang diinisiasi Serikat Media Siber Indonesia Pusat dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Soppeng pada akhir Maret 2026. Pelaksanaannya bukan berdiri sendiri, melainkan hasil koordinasi berlapis antara struktur organisasi dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga pusat.

Ketua SMSI Kabupaten Soppeng, FAS Rachmat Kami, menuturkan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut telah memperoleh persetujuan dari SMSI Provinsi Sulawesi Selatan. Ia menegaskan, sinergi lintas level organisasi merupakan hal lazim dalam setiap program nasional SMSI.

“Di mana pun kegiatan dilaksanakan, bahkan jika di Jakarta sekalipun, koordinasi dengan wilayah setempat tetap menjadi bagian dari mekanisme organisasi,” ujarnya saat ditemui di sekretariat, Minggu (1/3/2026).

Penjelasan tersebut menanggapi isu yang sempat beredar bahwa UKW yang akan digelar dianggap tidak sah. Menurut informasi dari salah satu personel SMSI Pusat yang berkomunikasi melalui sambungan telepon, kegiatan dinyatakan legal sepanjang dilaksanakan dalam wilayah Indonesia dan mengikuti prosedur organisasi.

Lebih jauh, Rachmat menambahkan bahwa persiapan teknis terus berjalan sesuai jadwal panitia. Koordinasi juga dilakukan dengan Dewan Pers sebagai bagian dari standar pelaksanaan uji kompetensi yang diakui secara nasional.

Suasana sekretariat hari itu menggambarkan optimisme yang tenang. Tidak ada gegap gempita, hanya tumpukan berkas, jadwal kegiatan, dan diskusi serius yang sesekali diselingi senyum. Bagi mereka, UKW bukan sekadar acara seremonial, melainkan perjalanan menuju profesionalitas yang lebih terukur.

Di tengah arus informasi digital yang kian deras, Soppeng bersiap menjadi saksi kecil dari langkah besar: memastikan wartawan tidak hanya cepat memberitakan, tetapi juga cakap, beretika, dan teruji kompetensinya. (Alimuddin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *