DI BAWAH ABU PASAR BATU-BATU: Jejak Reruntuhan, Pelukan Negara, dan Kehangatan Nurani yang Tersisa

EDITORIAL196 Dilihat

Keterangan Gambar:

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., saat meninjau langsung puing-puing sisa kebakaran di Pasar Sentral Batu-Batu, Kecamatan Marioriawa, Minggu (25/10/2026). (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)

PALAPA MEDIA GROUP (PMG) Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

EDITORIAL PALAPA

Suara Nurani Redaksi

SUARA PALAPA, SOPPENG — Malam itu, ketika pekat merayap dan mega kelabu menutup langit Marioriawa, sebuah musibah datang tanpa permisi. Kobaran api melahap Pasar Sentral Batu-Batu, Kelurahan Manorang Salo, Kabupaten Soppeng, pada Sabtu malam, 24 Oktober 2026, sekitar pukul 19.00 WITA. Api memang berhasil dijinakkan oleh waktu, namun ia meninggalkan jejak yang mengiris rasa: puing-puing arang, seng yang melengkung, serta asa para pedagang yang mendadak runtuh di atas abu nan pekat.

Di tengah dinginnya sisa-sisa bara dan gundah yang menyelimuti warga, langkah tegap namun penuh kelembutan hadir merengkuh sunyi. Kapolres Soppeng, AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., didampingi oleh Pejabat Utama (PJU) serta jajaran personel Polres Soppeng, turun langsung menyusuri reruntuhan pasar. Bukan sekadar memantau teritorial atau menggenggam laporan di atas meja, kehadiran beliau adalah manifestasi nyata bahwa negara tidak pernah absen ketika air mata rakyatnya tumpah.

Menyusuri lorong-lorong pasar yang kini tinggal kerangka, Kapolres Soppeng menatap nanar sisa-sisa tempat bernafas ekonomi para warga. Bagi seorang pemimpin berjiwa nurani, musibah bukanlah sekadar peristiwa statistik dalam lembar laporan kepolisian, melainkan duka kemanusiaan yang harus dirasakan bersama.

“Dalam setiap musibah yang dialami masyarakat, Polri harus hadir untuk melihat langsung kondisi yang terjadi, memastikan situasi tetap terkendali, serta mendukung upaya penanganan sesuai kewenangan. Kami memahami bahwa peristiwa ini membawa luka dan guncangan bagi para pedagang. Karena itu, kepedulian dan kebersamaan seluruh pihak adalah kunci agar kita bisa bangkit kembali,” tutur AKBP Hari Budiyanto dengan nada sarat ketulusan di lokasi kejadian.

Lebih dari sekadar penegakan hukum dan pengamanan tempat kejadian perkara, AKBP Hari Budiysnto mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menyerap setiap informasi, serta menyerukan ketenangan agar proses pendataan dan pemulihan berjalan di atas landasan faktual yang objektif. Namun, yang paling utama dari kunjungan tersebut adalah pesan moral: bahwa tangan-tangan kepolisian siap menjadi sandaran di saat pundak warga terasa terlalu berat menanggung beban.

Langkah kaki Kapolres Soppeng di atas abu Pasar Batu-Batu malam itu menyuratkan sebuah filosofi luhur: seragam kepolisian bukan hanya tentang ketegasan hukum, tetapi tentang ketulusan merawat sesama.

Refleksi Redaksi

Ketika api melalap bilik-bilik rezeki, yang tersisa sering kali bukan hanya kerugian materiel, melainkan ruang kosong di dada yang mendesak untuk diisi oleh uluran tangan solidaritas kita. Musibah di Pasar Batu-Batu adalah ujian kebersamaan, sebuah pengingat sunyi dari Sang Pencipta bahwa di balik setiap arang yang menghitam, tersimpan hikmah tentang ketahanan jiwa manusia Soppeng yang dikenal ulet dan religius.

Negara hadir bukan sekadar untuk mencatat musibah, tetapi untuk memastikan bahwa tiada seorang pun yang dibiarkan berjalan sendirian dalam gelapnya reruntuhan. Mari kita rajut kembali asa yang berserak, bahu-membahu menyalakan pelita harapan baru, sebab di atas bumi Soppeng ini, duka seorang saudara adalah duka kita bersama.

PALAPA MEDIA GROUP (PMG) Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani.

Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *