Menjaga Suci Rumah Digital dari Rumah Allah: Menuntun Jari, Merawat Nurani Anak

POLRI37 Dilihat

PALAPA MEDIA GROUP (PMG)

Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

EDITORIAL PALAPA

Suara Nurani Redaksi

SUARA PALAPA, SOPPENG — Di balik pilar-pilar Masjid Nur Ihsan, Desa Donri-Donri, keheningan usai ibadah Jumat melahirkan sebuah ruang refleksi yang mendalam. Pada Jumat berkah, 23 Oktober 2026, jajaran Polsek Donri-Donri tidak sekadar hadir menjalankan kewajiban rutin institusi, melainkan membawa amanah nurani: mengetuk pintu hati para orang tua demi keselamatan jiwa dan jemari generasi muda di era digital.

Melalui tradisi Jumat Keliling, Kapolsek Donri-Donri, Iptu Amat Yani, S.IP., duduk berdampingan dengan jamaah. Dari mimbar kesadaran tersebut, sebuah pesan kemanusiaan disuarakan secara sejuk: dunia digital telah merangsek hingga ke ruang-ruang privat keluarga, membawa kemudahan sekaligus potensi bahaya berita bohong (hoaks) yang dapat merusak persaudaraan.

Benteng Pertama Ada di Rumah

Teknologi modern bagaikan mata pisau bermata dua. Ia bisa menjadi jalan syiar ilmu, tetapi juga bisa menjerumuskan jika kehilangan arah dan akhlak. Di sinilah letak peran krusial orang tua. Pengawasan terhadap penggunaan telepon genggam (smartphone) pada anak tidak boleh diartikan sebagai bentuk pengekangan yang kaku, melainkan sebagai wujud kasih sayang yang utuh.

Mendampingi anak di ruang siber membutuhkan pendekatan yang asertif, empati, dan komunikasi yang terbuka. Anak-anak perlu dituntun agar tidak hanya menjadi konsumen informasi yang naif, melainkan pribadi yang santun, kritis, dan berani menyaring kabar bohong sebelum membagikannya.

Kapolres Soppeng, AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa keluarga merupakan benteng paling awal dan paling utama dalam membentuk karakter anak.

“Perkembangan teknologi harus diimbangi dengan tanggung jawab dan kedewasaan dalam menggunakannya. Kami mengajak para orang tua untuk tidak hanya mengawasi aktivitas digital anak, tetapi juga membangun komunikasi yang baik agar anak berani bercerita, mampu memilah informasi, dan memahami dampak dari setiap tindakan di media sosial. Jangan sampai informasi yang belum terverifikasi menimbulkan keresahan maupun merugikan orang lain,” ujar Kapolres Soppeng.

Langkah kepolisian turun ke masjid-masjid dan melebur bersama warga adalah wujud nyata dari pemolisian yang berwajah humanis—hadir mendengarkan, mengedukasi, dan menjaga kedamaian tanpa sekat.

Renungan untuk Hati

Informasi yang tidak terverifikasi adalah benih kekeruhan yang bisa merusak jalinan silaturahmi. Menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) pada hakekatnya bukan sekadar tugas aparat dengan seragamnya, melainkan ibadah sosial dan tanggung jawab moral kita bersama.

Di setiap jemari kecil anak-anak kita yang menari di atas layar kaca, ada masa depan bangsa dan agama yang sedang dipertaruhkan. Bila kita alpa menyiram jiwa mereka dengan kasih sayang, keteladanan, dan kebijaksanaan, maka ruang digital yang dingin akan mengambil alih peran kita sebagai orang tua.

Mari kita jadikan rumah sebagai madrasah pertama, dan masjid sebagai ruang penguat nurani, agar setiap kata yang kita ketik, dan setiap berita yang kita sebar, selalu bermuara pada kebaikan dan kebenaran.

PALAPA MEDIA GROUP (PMG) Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *