Menjaga Nafkah di Riuhnya Pasar: Ketika Seragam Cokelat Menyapa Nurani Warga Soppeng

POLRI61 Dilihat

Keterangan Gambar: Personel Polsek Lalabata menyapa dan berdialog hangat dengan pedagang buah di Pasar Sentral Soppeng untuk menyampaikan imbauan kamtibmas, Kamis (22/10/2026). (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)

PALAPA MEDIA GROUP (PMG)

Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

FEATURE PALAPA Kisah Kemanusiaan di Balik Fakta

Oleh: Alimudin (Pemred Palapa Media Group)

SUARA PALAPA, SOPPENG – Pagi belum sepenuhnya terik ketika riuh rendah Pasar Sentral Soppeng mulai menabuh irama kehidupannya. Di antara deretan lapak buah yang menyajikan rezeki bumi, aroma rempah yang menguar, dan peluh para pejuang keluarga yang mengais rezeki, terselip harapan sederhana: sebuah kedamaian dan rasa aman dalam menjemput karunia-Nya.

Pasar bukan sekadar tempat bertukarnya rupiah dan barang dagangan. Ia adalah panggung kehidupan—tempat doa-doa seorang ayah diijabah dan keringat seorang ibu dikonversi menjadi sesuap nasi bagi buah hati di rumah. Namun, di tengah hiruk-pikuk dan himpitan keramaian itu, rasa waswas acap kali menyelinap tanpa diundang.

Memahami getar nurani warga tersebut, langkah-langkah tegas bermotifkan pengabdian hadir menyapa. Pada Kamis pagi, 22 Oktober 2026, sekitar pukul 09.00 WITA, jajaran personel Polsek Lalabata yang dipimpin oleh Wakapolsek IPDA Andi Tri Saputra, S.S.Pd., hadir menyusuri lorong-lorong Pasar Sentral Soppeng, Kecamatan Lalabata.

Tidak ada kesan kaku apalagi jarak yang memisahkan. Para petugas menyapa para pedagang buah dan pengunjung dengan senyum yang menenangkan, berdialog secara humanis, serta merengkuh hangat dinamika di lapangan. Kehadiran mereka bukan sekadar patroli rutin, melainkan wujud nyata kehadiran negara di tengah riak kehidupan rakyat kecil.

Sembari memantau denyut aktivitas pasar, Imbauan demi imbauan disampaikan dengan penuh ketelatenan. Masyarakat diingatkan untuk senantiasa menjaga barang bawaan, saling peduli terhadap lingkungan sekitar, dan tidak lengah di tengah keramaian. Sebuah ajakan yang lahir bukan dari nada ketakutan, melainkan dari kepedulian bersaudara.

Kapolres Soppeng, AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa muara dari setiap pelayanan kepolisian adalah ketenangan di hati masyarakat, terutama saat mereka sedang berikhtiar mencari nafkah.

“Pasar merupakan tempat bertemunya banyak orang dengan berbagai kepentingan. Karena itu, kehadiran anggota Polri bukan hanya untuk melakukan pengamanan, tetapi juga memberikan rasa tenang, membangun kesadaran masyarakat, dan mencegah peluang terjadinya tindak kejahatan. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan bersama-sama menjaga keamanan lingkungan,” tutur Kapolres Soppeng penuh penekanan.

Ia menambahkan, ketertiban tidak akan pernah berdiri kokoh tanpa adanya sinergi dan saling menjaga antara polisi dan warga. Kepedulian tiap individu adalah benteng terkuat dalam merawat kedamaian bersama.

Melalui pendekatan berjiwa “Polisi Bersama Masyarakat”, Polres Soppeng dan Polsek Lalabata kembali mengingatkan bahwa keamanan adalah ikhtiar kolektif. Pintu pelayanan dan pelaporan selalu terbuka lebar bagi siapa saja yang membutuhkan perlindungan.

Renungan Penutup

Keamanan sejati sesungguhnya tak hanya tercipta dari tingginya benteng atau ketatnya penjagaan, melainkan dari tumbuhnya kepedulian antar sesama manusia. Di balik riuhnya Pasar Sentral Soppeng hari ini, kita diajak merenung: bahwa setiap rizki yang kita bawa pulang ke rumah akan terasa jauh lebih berkah, ketika diraih dalam naungan rasa aman, kedamaian, dan nurani yang saling menjaga.

Sebab pada akhirnya, memuliakan manusia dan menjaga ketenangan hidup mereka adalah bagian terindah dari ibadah.

PALAPA MEDIA GROUP (PMG) Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *