Keterangan Gambar:
Kehangatan Pengayom dan Lenteranya: Kapolres Soppeng bersama Kasat Lantas IPTU Asdar, jajaran personel Satlantas, para guru, serta anak-anak TK Alternatif Asoka berfoto bersama di tangga Aula Mapolres Soppeng di bawah naungan semangat Tri Brata dan Catur Prasetya, Kamis (24/9/2026). (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)
PALAPA MEDIA GROUP (PMG) Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani
FEATURE PALAPA | Kisah Kemanusiaan di Balik Fakta
Oleh: Idris
Anak-anak adalah amanah suci yang dititipkan Sang Maha Pencipta, lentera kecil penyala harapan masa depan. Di balik kepolosan tatap mata mereka, tersimpan masa depan bangsa yang harus dijaga dari marabahaya di jalan raya. Pagi itu, anggapan kaku tentang seragam kepolisian luruh seketika, berganti menjadi tawa renyah yang memenuhan ruangan di Aula Tantya Sudhirajati Mapolres Soppeng, Kamis (24/9/2026).
Langkah-langkah mungil dari TK Alternatif Asoka hadir bukan sekadar untuk berkunjung, melainkan merajut simpul silaturahmi melalui program Polisi Sahabat Anak (Polsanak). Jika aturan lalu lintas kerap diperkenalkan sebagai imbauan hukum yang terkesan dingin, hari itu Satuan Lalu Lintas Polres Soppeng menyulapnya menjadi senandung kasih bertajuk “Bermain, Bernyanyi, Berlatih dan Bergembira”.
Kasat Lantas Polres Soppeng, IPTU Asdar, S.Sos., bersama jajarannya menyambut rombongan belia tersebut dengan dekapan hangat. Tanpa sekat formalitas, anak-anak diajak menyelami dunia kepolisian, mengenal topi, peluit, hingga simbol-simbol rambu lalu lintas. Bukan sebagai dogma yang menakutkan, melainkan sebagai petunjuk jalan agar mereka senantiasa selamat kembali ke pelukan hangat keluarga.
Dalam balutan seragam polisi cilik dan busana mungil penuh warna, kepolosan anak-anak mengalun indah. Mereka diajak belajar bernyanyi, mempraktikkan simulasi menyeberang jalan, serta memahami tata tertib berlalu lintas. Di sana, tertanam pemahaman mendalam bahwa kesopanan dan ketertiban di jalan raya sesungguhnya adalah cerminan dari akhlak mulia serta wujud rasa syukur atas nikmat keselamatan.
Kapolres Soppeng, AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menatap momen tersebut dengan nurani yang tersentuh. Bagi perwira menengah ini, edukasi lalu lintas sejak dini adalah bentuk ikhtiar kemanusiaan menjaga jiwa (hifdzun nafs), kewajiban moral untuk melindungi kehidupan setiap manusia.
“Anak-anak perlu diperkenalkan dengan keselamatan berlalu lintas melalui cara yang menyenangkan dan mudah mereka pahami,” ujar AKBP Hari Budiyanto dengan tutur kata yang sejuk. “Melalui kegiatan Polsanak, kita tidak hanya mengenalkan sosok polisi, tetapi juga menanamkan kebiasaan untuk menghargai aturan, mengenal rambu lalu lintas, dan memahami pentingnya keselamatan ketika berada di jalan.”
Ia menyadari betul bahwa kesadaran dan ketaatan hukum tidak dapat lahir secara instan dalam semalam, melainkan butuh proses panjang yang dipupuk dengan kasih sayang sejak fajar usia.
“Kesadaran berlalu lintas tidak tumbuh secara instan. Karena itu, pembinaan perlu dilakukan secara bertahap dan dimulai dari lingkungan terdekat anak. Kami ingin kehadiran polisi dapat dikenal anak sebagai sosok yang dekat, ramah, dan hadir untuk memberikan perlindungan serta edukasi,” urai Kapolres Soppeng menekankan pentingnya peran kepolisian sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.
Saat seluruh rangkaian edukasi dan permainan usai dengan tertib, keceriaan masih membekas manis di wajah anak-anak TK Alternatif Asoka. Kepulangan mereka membawa pulang kenangan indah serta benih disiplin yang baru ditanam.
Jejak langkah kecil mereka di Mapolres Soppeng hari itu menyiarkan pesan sunyi namun tegas: bahwa aturan lalu lintas dibuat bukan untuk mengekang, melainkan untuk menjaga nafas kehidupan, dan tugas kepolisian sesungguhnya adalah merawat amanah Tuhan agar senantiasa melangkah selamat di jalan-Nya.
Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.












