Ketika Pesan Keamanan Disampaikan dari Rumah Allah: Wakapolres Soppeng Hadir di Tengah Jamaah

POLRI13 Dilihat

KETERANGAN GAMBAR:

Wakapolres Soppeng Kompol Tamar, S.Sos., berbincang bersama jamaah usai melaksanakan Shalat Jumat di Masjid Al Aqsha, Jalan Lompo, Kelurahan Lemba, Kecamatan Lalabata, Soppeng, Jumat (25/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, Wakapolres menyampaikan imbauan Kamtibmas serta mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau.
(Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)

PALAPA MEDIA GROUP (PMG)
Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

FEATURE PALAPA

Kisah Kemanusiaan di Balik Fakta

Oleh: Petta Barang
Editor: Alimuddin

SUARA PALAPA, SOPPENG — Jumat bukan sekadar penanda pergantian hari. Bagi umat Islam, ia adalah ruang untuk sejenak menundukkan kesibukan, merapatkan saf, dan mengingat kembali bahwa kehidupan juga memiliki kewajiban untuk menjaga sesama.

Di Masjid Al Aqsha, Jalan Lompo, Kelurahan Lemba, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, suasana itu terasa dalam pelaksanaan Shalat Jumat, Jumat (25/9/2026).

Di antara jamaah yang datang menunaikan ibadah, hadir pula Wakapolres Soppeng Kompol Tamar, S.Sos. Kehadirannya tidak hanya menjadi bagian dari pelaksanaan ibadah bersama masyarakat, tetapi juga menjadi jembatan silaturahmi antara kepolisian dan warga.

Usai Shalat Jumat, pesan tentang keamanan dan ketertiban masyarakat disampaikan dengan sederhana. Tidak dari ruang rapat, bukan pula dari balik meja kantor, melainkan dari lingkungan rumah ibadah, di tengah masyarakat yang setiap hari menjadi bagian penting dalam menjaga ketenteraman lingkungannya.

Dari Saf Salat ke Kepedulian Lingkungan

Kompol Tamar mengajak jamaah untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan meningkatkan kepedulian terhadap keadaan di sekitar.

Pesan itu menjadi semakin penting di tengah musim kemarau. Kondisi yang kering menuntut kewaspadaan lebih terhadap kemungkinan terjadinya kebakaran, terutama akibat penggunaan api yang tidak diawasi.

Masyarakat diingatkan agar tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, termasuk ketika membersihkan lahan. Setiap sumber api juga perlu dipastikan benar-benar padam setelah digunakan.

Sebab, kebakaran terkadang bermula dari sesuatu yang tampak kecil—api yang ditinggalkan, bara yang dianggap telah mati, atau kelalaian yang sesaat.

Karena itu, kewaspadaan menjadi bagian dari ikhtiar. Menjaga lingkungan bukan semata-mata pekerjaan aparat, tetapi juga bentuk tanggung jawab setiap orang terhadap keselamatan bersama.

Warga pun diimbau segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan gangguan Kamtibmas maupun kebakaran di lingkungan sekitar.

Keamanan Adalah Tanggung Jawab Bersama

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kepedulian masyarakat merupakan salah satu unsur penting dalam menjaga keamanan sekaligus mencegah berbagai potensi gangguan, termasuk risiko kebakaran pada musim kemarau.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Hal-hal sederhana seperti tidak meninggalkan api tanpa pengawasan dan tidak melakukan pembakaran sembarangan dapat menjadi langkah penting untuk mencegah terjadinya kebakaran,” ujar Kapolres.

Pesan tersebut sesungguhnya sederhana. Namun, dari hal-hal sederhana itulah keselamatan sering kali bermula.

Menjaga api agar tidak menjadi petaka. Memastikan bara benar-benar padam. Memperhatikan keadaan sekitar. Dan tidak ragu melaporkan sesuatu yang berpotensi mengganggu keamanan.

Semua itu merupakan bentuk kepedulian yang dapat dilakukan siapa saja.

Menurut Kapolres, menjaga Kamtibmas bukan hanya menjadi tugas kepolisian. Keamanan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Karena itu, komunikasi dan kepedulian terhadap lingkungan perlu terus dibangun. Setiap potensi gangguan diharapkan dapat dikenali dan dicegah sedini mungkin sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Polisi, Masyarakat, dan Ruang Silaturahmi

Bagi Polres Soppeng, kehadiran di tengah masyarakat menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan mempererat silaturahmi.

Tempat ibadah pun menjadi salah satu ruang untuk mendekatkan pesan-pesan keamanan kepada masyarakat. Di sana, aparat tidak hanya berbicara mengenai aturan, tetapi juga mengajak warga membangun kesadaran bersama.

“Polres Soppeng akan terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan, termasuk menjalin silaturahmi di tempat-tempat ibadah. Kami berharap pesan-pesan Kamtibmas yang disampaikan dapat diteruskan kepada keluarga dan lingkungan masing-masing sehingga tercipta kepedulian bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” pungkasnya.

Di Masjid Al Aqsha, pesan itu pun menemukan ruangnya.

Sebab, keamanan bukan hanya tentang hadirnya aparat ketika gangguan telah terjadi. Ia juga tentang kewaspadaan yang tumbuh sebelum bahaya datang; tentang tetangga yang saling mengingatkan; tentang tangan yang segera memadamkan api; dan tentang keberanian melaporkan sesuatu demi keselamatan bersama.

Pada akhirnya, menjaga lingkungan adalah bagian dari menjaga kehidupan.

Dan mungkin, di situlah makna paling sederhana dari sebuah silaturahmi: ketika pesan tentang keamanan bertemu dengan nilai kepedulian, dan ikhtiar menjaga sesama menjadi bagian dari pengabdian kepada Tuhan.

PALAPA MEDIA GROUP (PMG)
Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *